Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora, Gatot S Dewa Broto menyebut jika pihaknya telah membicarakan mengenai regulasi terkait pembatasan usia atlet yang boleh berlaga di PON.
Menurut Gatot, peraturan itu dibuat agar atlet-atlet bintang yang telah berlaga di level tinggi sekelas Olimpiade untuk tidak boleh kembali turun ke level PON.
Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora, Gatot S Dewa Broto."Regulasi soal PON akan segera dibuat. Hari ini, kami kirimkan soal draft peraturan penyelenggaraan PON, isinya ialah yang utama terkait regulasi pembatasan cabor dan umur," ujar Gatot di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta Pusat.
"Nanti gak ada lagi cerita soal jawara jawara Asian Games dan Olimpiade ikut ajang PON kita tidak bisa menyalahkan Eko Yuli atau Sri Wahyuni (atlet angkat besi peraih medali perak Olimpiade Rio 2016) yang turun kembali ke ajang PON karena menang selama ini tidak ada regulasinya," tambahnya.
Terkait regulasi tersebut, Kemenpora telah menyusun draft yang nantinya akan dikirimkan kepada KONI dan Satlak Prima. Terkait pembatasan usia atlet PON, Kemenpora tak ingin menjadi pihak yang memutuskan.
Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora, Gatot S Dewa Broto.KONI, Satlak Prima, hingga KOI nantinya akan menyusun keseluruhan regulasi yang akan ditandatangani oleh Menpora Imam Nahrawi. Tentunya dengan memperhatikan pertimbangan dari cabang olahraga terkait.
"Mungkin hari ini akan kami kirimkan kepada pak Tono Suratnan (Ketua KONI) agar nantinya mereka bisa dilibatkan juga saya akan kirimkan kepada Satlak Prima juga," kata Gatot.
"Lebih jelas batasannya tadi Pak Ahmad Sutjipto meminta lebih ekstrem, PON untuk usia 16-18 batasan usianya tidak terlalu jauh dari Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) tapi nanti akan kami lepas lagi kepada satlak prima dan KONI karena batasan umurnya kan beda-beda untuk setiap cabor ada yang juara SEA Games tapi usianya masih belasan," tambahnya