Pada Agustus 2018 mendatang, Indonesia boleh berbangga diri sebab dapat terpilih sebagai penyelenggara dan tuan rumah kompetisi multi event terbesar di benua Asia, yaitu Asian Games.
Sayangnya, di balik perasaan senang yang dirasakan sejumlah masyarakat Indonesia, ternyata terdapat sejumlah oknum-oknum tak bertanggung jawab yang memanfaatkan hal ini sebagai cara meraup keuntungan seorang diri.
Disebut oleh Koordinator Bidang Promosi Panitia Penyelenggara Asian Games Indonesia (INASGOC) Nirmala Dewi, saat ini tengah beredar di masyarakat sebuah pesan singkat yang dibagikan di sosial media Whatsapp, yang isinya terkait pembukaan lamaran pekerjaan sebagai panitia Asian Games 2018.
"Awalnya saya ditanya seorang teman, apakah benar saat ini sedang dibuka lamaran menjadi pantia sembari menyuguhkan buktinya. Langsung saya katakan, ini penipuan," kata Nirmala seperti dikutip dari Antara.
Modus penipuan tengan menyebar di media sosial terkait lowongan menjadi panitia Asian Games 2018.Untuk itu, Nirmala pun meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati apabila menerima pesan singkat dengan nada serupa. Pihak INASGOC baik yang berada di Jakarta dan Palembang menegaskan bahwa dalam mencari panitia Asian Games 2018 sama sekali tidak menggunakan perusahaan lain atau pihak ketiga.
Salah satu ciri utama pesan hoax yang mengatasnamakan penyelenggara Asian Games 2018 adalah hanya mencantumkan alamat untuk mengirimkan surat berkas lamaran bagi yang berminat, tanpa mencantumkan nomor telepon.
"Kami berharap masyarakat waspada atas modus-modus seperti ini, apalagi sampai meminta sejumlah biaya untuk registrasi. Sekali lagi ini penipuan," tutur Nirmala.
Nirmala berharap masyarakat Indonesia lebih selektif melihat pesan terkait lowongan kerja sebagai panitia Asian Games 2018.Lebih lanjut, Nirmala juga menekankan bahwa pihak INASGOC saat ini belum lagi melakukan perekrutan panitia. Akan tetapi sebelum saat itu tiba, INASGOC meminta masyarakat yang ingin menjadi bagian dari panitia Asian Games 2018 untuk lebih bersabar.
"Sejauh ini belum ada sama sekali perekrutan lagi. Memang sebelumnya ada, tapi sifatnya mendata ulang kembali petugas-petugas seperti LO dan lainnya yang pernah bertugas pada SEA Games dan Islamic Solidarity Games di Palembang," pungkas Nirmala.