Demo di depan Kedubes Malaysia terkait insiden bendera terbalik di SEA Games 2017.Ketegangan antara dua negara Indonesia-Malaysia kembali memanas pasca kasus bendera Indonesia yang terbalik di dalam buku panduan pelaksanaan SEA Games 2017. Sebelumnya, ketegangan antara kedua negara itu bertetangga itu kerap terjadi, terakhir pada 2007 akibat masalah perbatasan.
Berbagai respon warganet Indonesia membalas insiden bendera terbalik.Dua negara serumpun ini agaknya terus-terusan terjebak pada masalah. Pasca diketahuinya masalah bendera yang terbalik di Sea Games 2017, perang wacana terjadi, bukan hanya di media sosial tetapi juga di berbagai tempat. Masyarakat Indonesia mengekspresikan kemarahannya tersebut dengan berbagai cara, mulai dari mengecam sampai melakukan tindakan balasan dengan balas membalik hingga membakar bendera Malaysia.
Meski Malaysia secara resmi telah melayangkan permintaan maaf kepada masyarakat Indonesia atas kesalahan yang mereka lakukan. Tapi, agaknya masyarakat belum bisa menerima permintaan maaf tersebut karena masih merasa sakit hati lantaran merasa harga diri bangsanya diinjak-injak. Agaknya, dunia kesenian bisa menjadi media bagi penyelesaian konflik di antara kedua Malaysia.
Masalah tersebut juga mengundang dosen sosiolog sekaligus guru besar di School of Culture, History and Language, The Australian National University, Australia, Ariel Haryanto untuk ikut berbicara. Ariel Heryanto, mengunggah buku hasil riset bersamanya berjudul Budaya Populer Indonesia.
— Ariel Heryanto (@ariel_heryanto) August 21, 2017
Menariknya, buku tersebut menyebut bahwa Ariel Noah justru pernah didapuk menjadi ikon utama Celcom, perusahaan Telkom terbesar di Malaysia demi bisa meredakan ketegangan kedua negara. Saat itu, Ariel yang masih menggawangi Peterpan mampu album menjual 200 ribu keping albumnya di Malaysia, serta konsernya ditonton 30 ribu orang.
Akankah Malaysia mengirim artis-artisnya untuk menghibur rakyat Indonesia sebagai sebuah permintaan maaf? Kita tunggu saja kehadiran Siti Nurhaliza, grup band Exists dan lain-lain. Semoga konflik ini akan segera cepat berlalu dan pemerintah Malaysia benar-benar tulus meminta maaf.
Skuat Timnas U-22.Selain musik, salah satu hal yang bisa membuat kekecewaan masyarakat Indonesia reda adalah saat Timnas sepakbola Indonesia mampu meraih medali emas di SEA Games 2017. Prestasi yang ditunggu-tunggu itu akan melengkapi torehan medali yang sudah didapat di ajang olahraga yang lain.
Timnas sepakbola Indonesia memang memiliki peluang untuk lolos dari fase grup, jika berhasil mengalahkan lawan-lawannya seperti Vietnam dan Kamboja. Kemungkinan Indonesia pun bisa bertemu Malaysia di babak semifinal jika Indonesia menjadi runner up grup. Sementara itu, jika Indonesia memimpin klasemen, maka Indonesia vs Malaysia bisa bertemu di laga final pada 29 Agustus 2017 mendatang jika keduanya berhasil mengalahkan lawan-lawannya di babak semifinal.