Terungkap, Ini Penyebab FIFA dan Dota 2 Tak Masuk Asian Games 2018

Rabu, 25 Juli 2018 18:42 WIB
Editor:
© Dimas Ramadhan/INDOSPORT
Eddy Lim (Ketua IeSPA). Copyright: © Dimas Ramadhan/INDOSPORT
Eddy Lim (Ketua IeSPA).

INDOSPORT.COM - Meskipun salah satu e Sports terlama, FIFA dan Counter Strike secara mengejutkan tidak dipertandingkan dalam Asian Games 2018.

Banyaknya pertanyaan yang muncul mengenai dasar atau alasan apa dibalik pemilihan game yang masuk ke dalam Asian Games 2018. Tak terkecuali terpilihnya Pro Evolution Soccer (PES) ketimbang FIFA dan juga lebih dipilihnya League of Legend (LoL) ketimbang Dota 2.

Seperti diketahui, Asian Games 2018 yang akan berlangsung di Indonesia pada Agustus mendatang akan mempertandingkan cabang olahraga baru, yakni e Sports.

Ada 6 game yang akan masuk dalam cabang olahraga e Sports, yakni League of Legend, Arena of Valor, Starcraft, Hearthstone, Clash Royale, dan Pro Evolution Soccer (PES). Ternyata, dalam memilih game itu tidak sembarangan, semua ada pertimbangannya.

Menurut Ketua Umum Asosiasi e Sports Indonesia (IeSPA), Eddy Lim mengungkapkan bahwa yang memutuskan pemilihan game yang dipertandingkan bukan dari pihak Indonesia, melainkan Federasi e Sport Asia.

“Sebenarnya ini wewenang di tangan Federasi Asia. Kita IeSPA hanya menjalaninya saja. Kenapa PES lebih dipilih, bukan FIFA, kenapa LoL dipilih bukan Dota.” Kata Eddy saat diskusi media bersama Nvidia di High Grounds Cafe, Jakarta Utara.

Eddy juga menambahkan ada beberapa pertimbangan pastinya mengenai pemilihan game yang ada di Asian Games nanti, seperti popularitas dari game yang bersangkutan.

“Pasti ada hubungannya dengan sponsorship, kerjasama, dan segala macam. Ada beberapa pertimbangan dari sisi sponsor, popularitas, tapi semua yang menentukan adalah federasi,” tutupnya.

Cabang olahraga e Sports sendiri di Asian Games 2018 akan berlangsung pada 26 Agustus hingga 1 September 2018 di Britama Arena.

 

A post shared by INDOSPORT.com (@indosportdotcom) on

Penulis: Dimas Ramadhan.