5 Risiko Olahraga Menyelam dan Tips Mengatasinya

Sabtu, 3 November 2018 19:18 WIB
Editor: Arum Kusuma Dewi
© GETTYIMAGES
Ilustrasi menyelam atau scuba diving. Copyright: © GETTYIMAGES
Ilustrasi menyelam atau scuba diving.

INDOSPORT.COM – Semua keindahan yang laut sajikan mungkin dapat membuat Anda tertarik untuk mencoba, atau bahkan menekuni olahraga menyelam yang bernama ‘Scuba’ tersebut?

Scuba diving sendiri merupakan singkatan dari Self Contained Underwater Breathing Apparatus yang merupakan kegiatan menyelam di bawah permukaan air menggunakan alat bantu pernapasan seperti tabung udara.

Namun walau terkesan merupakan kegiatan yang menyenangkan, olahraga menyelam tidak dapat dianggap se-sepele itu. Bukan hanya kesiapan perlengkapan saja yang harus Anda periksa sebelum melakukan kegiatan penyelaman, kesiapan tubuh juga harus tetap dijadikan prioritas.

Seperti salah satu kasus yang sedang ramai diperbincangkan, yaitu tentang meninggalnya relawan yang terlibat dalam operasi pencarian dan evakuasi pesawat Lion Air JT 610.

Almarhum Syachrul Anto yang merupakan relawan Badan SAR Nasional meninggal dunia saat tengah menyelam membantu pencarian puing-puing pesawat yang jatuh.

Namun sayangnya para rekan mengaku belum mengetahui kronologi mengenai penyebab korban meninggal, hal ini kerap kali dikaitkan dengan kemungkinan sang korban yang terkena gejala saat melakukan penyelaman tersebut.

© Facebook/Syachrul Anto
Syachrul Anto, penyelam yang meninggal dunia saat evakuasi korban Lion Air. Copyright: Facebook/Syachrul AntoSyachrul Anto, penyelam yang meninggal dunia saat evakuasi korban Lion Air.

Meskipun Scuba merupakan kegiatan yang cukup aman mengingat kegiatan tersebut ditunjang oleh perlengkapan dan lainnya, namun menurut situs Everydayhealt, sekitar 1 dari 2.000 orang dihantui oleh kematian selama penyelaman berlangsung.

Maka sebelum mencoba atau melakukan penyelaman berikutnya, berikul hal yang harus Anda ketahui mengenai potensi resiko “barotraumas” yang menghatui para penyelam, yaitu tentang rasa sakit yang disebabkan oleh perubahan tekanan udara sekitar.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%