Meski Berbau Kekerasan, Menpora Malaysia Tak Setuju Gim PUBG Dihapus

Selasa, 19 Maret 2019 07:15 WIB
Editor: Indra Citra Sena
© HDQWALLS
PUBG Mobile, salah satu game e-sports. Copyright: © HDQWALLS
PUBG Mobile, salah satu game e-sports.

INDOSPORT.COM - Salah satu gim yang masuk ke dalam kategori e-Sport, PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG), belakangan ini tengah digandrungi kawula muda di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali Malaysia.

Namun, kehadiran gim tersebut sempat mengundang polemik lantaran mengandung kekerasan yang dikhawatirkan dapat mempengaruhi mental para pemainnya.

Bahkan sempat muncul wacana jika gim tersebut tak diperbolehkan untuk rilis di Malaysia, tapi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Malaysia, Syed Syaddiq menyangkal isu ini.

Melansir dari laman media sosial pribadinya, menteri berusia 26 tahun itu mengaku keberatan jika PUBG dijadikan sebagai dalang terjadinya kekerasan dan aksi teror yang kerap terjadi di dunia nyata.

"Di Malaysia terdapat satu juta pemain PUBG namun sampai sekarang belum ada dari para pemain tersebut yang mengarah kepada aksi kekerasan dan tindakan ekstrem lainnya"  katanya dalam sebuah video di media sosialnya.

“Bahkan ketika tidak ada PUBG, kekerasan masih terjadi. Jadi, jangan cepat menyalahkan (aksi kekerasan) pada satu hal,” tambahnya lagi seperti dilansir laman berita The Star.

Game PUBG memang menarik perhatian netizen karena dikatakan mirip dengan serangan bersenjata di dua masjid yang menewaskan 50 orang di Christchurch, Selandia Baru, pada Jumat (8/3/19) lalu.

Beberapa hari yang lalu, Gujarat menjadi satu-satunya negara bagian di India yang melarang permainan PUBG lantaran kekhawatiran orang tua. Mereka menganggap permainan itu dapat memberikan pengaruh buruk kepada anak-anaknya.

Terus Ikuti Berita e-Sport dan Sportainment Lainnya Hanya di INDOSPORT