Sempat Dimaki Arteria Dahlan, Emil Salim Ternyata Miliki Kedekatan dengan Olahraga

Senin, 14 Oktober 2019 10:11 WIB
Penulis: Tiyo Bayu Nugroho | Editor: Lanjar Wiratri
© Instagram.com/najwashihab
Ahli ekonomi, cendekiawan, dan pengajar, Prof. Dr. Emil Salim. Copyright: © Instagram.com/najwashihab
Ahli ekonomi, cendekiawan, dan pengajar, Prof. Dr. Emil Salim.

INDOSPORT.COM - Profesor Emil Salim ternyata diketahui memiliki kedekatan dengan dunia olahraga, meski sempat dimaki oleh politikus Arteria Dahlan.

Prof Emil Salim dimaki oleh Arteria Dahlan terjadi kala keduanya tampil sebagai narasumber dalam program acara Mata Najwa yang bertema 'Ragu-ragu Perpu KPK'.

Acara yang berlangsung pekan lalu itu menuai kritk tajam dari berbagai kalangan ke sosok Arteria Dahlan. Lantaran dirinya dianggap arogan ke Prof Emil Salim.

Padahal Arteria tengah berbicara pada seorang cendikiawan yang tiga kali pernah menjadi seorang menteri di era Presiden Soeharto.

Prof Emil Salim juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia ke-3 Susilo Bambang Yudhoyono (2010-2014)

© kehati.or.id
Ahli ekonomi, cendekiawan, dan pengajar, Prof. Dr. Emil Salim. Copyright: kehati.or.idAhli ekonomi, cendekiawan, dan pengajar, Prof. Dr. Emil Salim.

Cuplikan video singkat Arteria berdebat dengan Prof Emil Salim pun tersebar di dunia maya, baik itu Facebook, Twitter, maupun Instagram.

Kendati begitu ternyata ada sisi lain tentang perjalanan karier Prof Emil Salim. Pasalnya pria yang berusia 89 tahun ini tak bisa jauh dari dunia olahraga Tanah Air.

Dalam laman Business Lounge Journal yang diunggah pada 11 Agustus 2014 tentang 'Teamwork', Prof Emil Salim menganalogikan kerja sama mirip tim sepak bola.

Sebab setiap pemain sepak bola memiliki tugas, kewajiban pada bagiannya masing-masing untuk mencapai sebuah kemenangan atau misi yang diusung.

"Misalnya siapa yang bertugas bermain di sayap kanan, sayap kiri, bek, kiper, dan sebagainya. Semua ada tugasnya dan harus berada pada tempatnya jika diperlukan," bunyi isi artikel tersebut.

© SBM ITB
Ahli ekonomi, cendekiawan, dan pengajar, Prof. Dr. Emil Salim. Copyright: SBM ITBAhli ekonomi, cendekiawan, dan pengajar, Prof. Dr. Emil Salim.

Tak hanya sampai disitu saja, Prof Emil Salim juga sempat menyoroti konflik antara KPAI-Lentera Anak dengan PB Djarum beberapa waktu lalu.

Prof Emil Salim pun mengutarakan opininya lewat akun media sosial Twitter pribadinya yang bernama @emilsalim2010, tepatnya pada 9 September 2019.

Dirinya menilai kalau Djarum merupakan nama brand dari perusahaan rokok bernikotin yang merusak kesehatan perokok itu sendiri.

Sedangkan bulutangkis merupakan olahraga yang bertolak-belakang dengan penggunaan nikotin, khususnya anak muda.

"Bisakah program bukutangkis ini bernama Indonesia tanpa embel-embelan “Djarum”?," kicau Prof Emil Salim, yang mendapat 316 balasan, 504 retweets, dan 1,397 likes dari netizen.

Prof Emil Salim memang sudah tak lagi muda. Namun untuk menjaga dirinya tetap prima, ternyata pria kelahiran Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan ini rajin olahraga.

Dirinya mengaku menjalani hidup normal, berhenti makan sebelum kenyang, mengatur jam tidur yang sesuai, berolahraga, hingga menikmati hidup apa adanya.

Bahkan olahraga rutin yang dilakukan Prof Emil Salim selama ini ialah renang, bersepeda, dan jalan kaki. Hal itu membuat Prof Emil Salim tetap terlihat bugar.

"Tiga kali seminggu salah satu dari ketiga olahraga itu," ujar Prof Emil Salim usai peluncuran dan sosialisasi fatwa MUI tentang pertambangan ramah lingkungan di Hotel Sultan, Jakarta, Juli 2011.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
50%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
50%