Tak Pernah Keluar Rumah Selama Lockdown, Bobot Pria Asal Wuhan Ini Melonjak Hingga 279 Kg

Selasa, 16 Juni 2020 01:28 WIB
Penulis: Katarina Erlita Cadrasari | Editor:
© Amanda Dwi Ayustri/INDOSPORT
Ilustrasi virus corona yang pertama kali muncul di Wuhan, China. Copyright: © Amanda Dwi Ayustri/INDOSPORT
Ilustrasi virus corona yang pertama kali muncul di Wuhan, China.

INDOSPORT.COM - Seorang pria asal Wuhan bernama Zhou dilarikan ke rumah sakit setelah berat badannya mengalami kenaikan drastis hingga 280 kilogram.

Seumur hidupnya, Zhou memang mengalami masalah dengan berat badan. Ia berjuang untuk lepas dari masalah obesitas.

Pada akhir 2019 lalu, Zhou diketahui memiliki berat badan 392 pound (177 kilogram). Pandemi virus corona adalah mimpi buruk bagi Zhou.

Pasalnya, pemerintah China melarang warganya untuk beraktivitas di luar rumah. Selama menjalani lockdown di China, nafsu makan pria berusia 26 tahun itu semakin meningkat. Bobotnya bertambah 224 pound (101 kilogram) dalam waktu lima bulan.


Zhou mendapatkan perawatan di rumah sakit. Sumber: DailymailPada awal Juni lalu, Zhou harus dilarikan ke rumah sakit karena kondisinya kritis. Anggota keluarganya mengatakan Zhou kesulitan bergerak karena berat badannya.

Dilansir dari Dailymail, ia sekarang memiliki berat badan 616 pound (279 kilogram) dan dinobatkan sebagai pria paling berat di Wuhan.

Sebelum pandemi virus corona berkecamuk, Zhou berprofesi sebagai penjaga kafe interet. Bencana ini membuat Zhou harus berhenti dari pekerjaannya dan menghabiskan waktu di rumah sejak Januari.


Petugas medis membantu Zhou untuk berdiri. Sumber: DailymailMeskipun pemerintah China sudah mencabut kebijakan lockdown, Zhou terus menghabiskan di dalam rumah karena badannya terus membengkak.

Setelah mendapatkan penanganan di rumah sakit, Zhou didiagnosis gagal jantung dan mengalami disfungsi pernapasan.

Zhou dijadwalkan untuk menjalani penurunan berat badan untuk menghilangkan sebagian lemak di perutnya. Tetapi, terlebih dahulu Zhou harus bisa menurunkan berat badannya sebanyak 55 pound (25 kilogram) dalam waktu tiga bulan ke depan untuk mengurangi risiko operasi.