Selain Bulutangkis, Media Asing Soroti 2 Atlet Indonesia yang Berpotensi Raih Emas Olimpiade

Rabu, 14 Juli 2021 19:11 WIB
Penulis: Ade Gusti | Editor:
© KALLE PARKKINEN/AFP/Getty Images
Sprinter muda Indonesia, Lalu Muhammad Zohri Lolos ke Olimpiade 2022. Foto: KALLE PARKKINEN/AFP/Getty Images Copyright: © KALLE PARKKINEN/AFP/Getty Images
Sprinter muda Indonesia, Lalu Muhammad Zohri Lolos ke Olimpiade 2022. Foto: KALLE PARKKINEN/AFP/Getty Images

INDOSPORT.COM – Dua atlet Indonesia ini menjadi sorotan media asing karena berpotensi bisa  memenangkan medali emas  Olimpiade Tokyo 2020 di luar cabang olahraga bulutangkis.

Indonesia dalam sejaranya telah memenangkan tujuh medali emas Olimpiade, di amana ketujuhnya seluruhnya itu berasal dari cabang olahraga bulutangkis.

Rekor luar biasa ini terbentang sejak bulutangkis pertama kali debut di Olimpiade Barcelona 1992, ketika Alan Budikusuma dan Susy Susanti memenangkan medali di nomor  tunggal putra dan putri.

Setelah itu, ada juga Taufik Hidayat yang memenangkan medali emasdi Olimpiade Athena 2004 silam.

Bintang –bintang baru di dunia bulutangkis kini siap bersinar dan diharapkan mampu mengulangi kejayaan para pendahulunya.

Sebut saja Jonatan Christie, Anthony Ginting, dan Gregoria Mariska Tunjung, hingga duo ganda putra Marcus  Gideon/Kevin Sanjaya dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.

Media resmi Olimpiade, Olympics.com, mengklaim bahwa sebenarnya Indonesia tidak boleh hanya terpaku pada cabor bulutangkis saja. Pasalnya, cabor-cabor  lainnya juga punya peluang sama didalam mendapatkan emas.

“Semua mata akan tertuju pada Jonatan Christie, Anthony Ginting, dan Gregoria Mariska Tunjung di lapangan bulu tangkis, tetapi Indonesia juga dapat membuat kegemparan di tempat (cabor) lain di Tokyo,” demikian bunyi pernyataan Olympics.com.

Lantas, siapa saja yang dianggap media ini mampu memperpanjang catatan perolehan 32 medali Olimpiade yang dikantongi Indonesia sejauh ini?

Media ini pertama-tama menyebut sosok pelari tercepat di Indonesia. Yakni, Lalu Muhammad Zohri yang dianggap media ini bakal mampu mencetak sejarah dari lintasan lari.

Lalu Zohri muncul sebagai bintang baru di dunia atletik  dunia ketika dia meraih kemenangan 100m di Kejuaraan Dunia U-20 di Tampere, Finlandia, pada 2018 silam. Kala itu Zohri mencatat waktu 10,18 detik. 

Tiga tahun  waktu yang tidak mudah dilalui atlet lari berusia 21 tahun ini, terutama setelah pelatihannya hanya berlangsung singkat dengan persiapan ke Olimpiade yang terganggu oleh pandemi.

Zohri perlahan-lahan bangkit dengan mencatat waktu 10,13 di Kejuaraan Atletik Asia 2019 di nomor 100m. Ini menjadikannya sebagai pelari tercepat di Indonesia yang pernah ada.

Kemudian pada Mei 2019,  dia mampu menyamai rekor Justin Gatlin di Grand Prix 2019 di Osaka, Jepang dengan mencatat waktu 10,03 detik di lintasan lari.

Dengan kemampuannya menempus rekor 10 detik, tinggal menunggu waktu apakah Zohri mampu mempersembahkan medali emas pertama untuk Indonesia di nomor atletik.