Selain MotoGP, Haruskah Indonesia menggelar Formula 1?
Ada satu alasan yang paling menonjol mengapa Indonesia harus mengusahakan menggelar ajang balapan Formula 1. Saat ini Indonesia memiliki pembalap muda berbakat, yang bahkan sudah berlaga di F1 dan GP2, ajang balapan setingkat dibawah F1.
Rio Haryanto, Sean Gelael hingga Philo Paz Armand adalah segelintir nama yang belakangan mulai mencuri perhatian di ajang balapan mobil F1 dan GP2. Bakat dan kemampuan yang dimiliki ketiga pemuda tersebut pun sudah terbukti. Rio dan Sean sudah pernah berdiri dan mengibarkan bendera Merah Putih di podium GP2.
Jika Indonesia bisa menggelar balapan F1 tentu saja ada keuntungan tersendiri. Kemampuan Rio, Sean dan Philo semakin terasah karena mereka bisa terus berlatih di negara sendiri dengan kualitas sirkuit standar internasional.
Rio Haryanto sendiri pada GP2 tahun 2015 berhasil naik podium dalam lima kali kesempatan dari 20 seri balapan yang dijalaninya bersama tim Campos Racing. Pembalap 23 tahun tersebut naik podium pada balapan seri Rusia, Austria, Bahrain, Inggris dan Monako.
Di musim balapan F1 2016 ini, Rio sempat menjadi pembalap utama Manor Racing sebelum akhirnya tergeser ke pembalap cadangan lantaran tak mampu melunasi sisa pembiayaan ke Manor Racing terkait statusnya sebagai pay driver. Akan tetapi dengan pengalamannya, Rio diyakini kan kembali ke musim 2017 dengan pengalaman lebih.
Sementara itu Sean Gelael pun mulai menunjukan progress yang cukup bagus. Di ajang balapan GP2 musim ini, Sean sudah berhasil naik podium pada seri pertama di Austria. Pemuda 20 tahun tersebut finis di urutan kedua, dibelakang rekan setimnya, Mitch Evans bersama tim Campos Racing.
Sedangkan Philo Paz meskipun belum mencatatkan namanya di podium, setidaknya pengalaman mengaspal di GP2 akan menjadi modal berharga baginya andai ia bisa mendapatkan kesempatan dan tim yang lebih baik di masa mendatang.