GP San Marino 1994, Balapan Paling Kelam dalam Sejarah F1

Sabtu, 28 Oktober 2017 19:11 WIB
Editor: Galih Prasetyo
© Youtube/Formula 1
Ayrton Senna dalam balapan GP Portugal. Copyright: © Youtube/Formula 1
Ayrton Senna dalam balapan GP Portugal.

Kecelakaan tragis ini bermula di awal lap ke-5 GP San Marino 1994 ketika pebalap asal Brasil, Ayrton Senna memimpin balapan di atas mobil pabrikan Williams-Renault. 

Juara dunia 3 kali ini diketahui start dari pole position. Sesaat setelah start, Pedro Lamy dan Jyrki Jarvilehto mengalami tabrakan yang mengakibatkan keluarnya safety car.

Pada 2 putaran berikutnya, mobil Senna terlihat understeer dan keluar jalur mendadak di tikungan Tamburello, dengan kecepatan 310 km/jam, lalu menghantam tembok solid. 

© INTERNET
Ayrton Senna memagang tropi Sega dan selema balapan berjalan. Copyright: INTERNETAyrton Senna memagang tropi Sega dan selema balapan berjalan.

Ayrton Senna terlihat tidak sadarkan diri setelah mengalami peristiwa itu. Sekitar 10 detik usai kecelakaan terjadi, bendera merah berkibar dan balapan dihentikan. 

Para marshall mulai memasuki lokasi kejadian untuk memeriksa keadaan Senna.  Tim medis F1 yang dipimpin Professor Sid Watkins kemudian memeriksa Senna yang sudah tidak sadarkan diri. 

Akhirnya untuk penanganan lebih lanjut Senna dibawa ke rumah sakit terdekat di Maggiore, Bologna. Dua jam usai lomba berakhir dan berhasil dimenangkan oleh Michael Schumacher, dokter di RS. Maggiore mengumumkan bahwa Ayrton Senna sudah tiada. 

Diagnosa dokter menyimpulkan Senna mengalami pendarahan hebat di kepala akibat benturan. Banyak yang memperdebatkan apakah Senna meninggal spontan atau di rumah sakit, karena ia tidak dinyatakan meninggal di lintasan. 

Sebagian penggemar berat Senna menduga ada konspirasi yang bertujuan membunuh pembalap berusia 34 tahun tersebut.

Ironisnya lagi, video yang merekam momen tabrakan senna berdurasi 1.5 detik dinyatakan hilang. Sementara itu pihak otoritas Italia menyimpulkan bahwa bisa saja kecelakaan ini disebabkan karena kurangnya pengaman di sirkuit tersebut, dan satu penyebab lainnya adalah kemungkinan sirkuit yang (cukup) sempit dan memungkinkan banyak kecelakaan di sana. 

Padahal, sirkuit tersebut digunakan untuk balapan mobil yang jumlahnya banyak. Sehari sebelumnya, pembalap dari Austria, Roland Ratzenberger, meninggal karena kecelakaan serupa di babak kualifikasi.

Dari berbagai sumber yang berhasil dihimpun Indosport.com, GP San Marino 1994 adalah balapan paling kelam dalam sejarah Formula 1. Bagaimanapun kejadian sebenarnya, tragedi ini telah mengubah pandangan FIA terhadap keselamatan di lingkup Formula 1.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
100%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%