In-depth

Jorge Lorenzo dan Kisah Sedih Pembalap yang Tinggalkan Yamaha

Jumat, 16 Agustus 2019 21:05 WIB
Penulis: Luqman Nurhadi Arunanta | Editor: Ivan Reinhard Manurung
© instagram.com/xfuera.id
Banyak pembalap Movistar Yamaha yang mengalami penurunan performa saat pergi meninggalkan tim. Hal itu sekarang dirasakan oleh Jorge Lorenzo. Copyright: © instagram.com/xfuera.id
Banyak pembalap Movistar Yamaha yang mengalami penurunan performa saat pergi meninggalkan tim. Hal itu sekarang dirasakan oleh Jorge Lorenzo.

INDOSPORT.COMJorge Lorenzo sedang meratapi nasib kurang beruntung bersama tim Repsol Honda pada balapan MotoGP 2019.

Lorenzo sejauh ini belum meraih pole position atau naik podium. Ia terperosok di urutan 19 tabel klasemen sementara dengan raihan 19 poin.

Pembalap asal Spanyol itu seolah tidak menemukan penampilan terbaik bersama Repsol Honda selepas hengkang dari Ducati bahkan semenjak pergi dari Yamaha pada musim 2017.

Ia tidak pernah lagi mengakhiri musim balapan di urutan tiga besar. Lorenzo padahal dulunya menjadi momok menakutkan bagi lawannya saat masih memperkuat Yamaha sejak naik dari kelas 250cc.

Semusim setelah meninggalkan Yamaha, Lorenzo finis di urutan 7 klasemen akhir. Lalu pada MotoGP 2018 lalu, Lorenzo mengakhiri kompetesi di peringkat 9.

Rentetan penampilan buruk Lorenzo setelah hengkang dari Yamaha seolah menjadi kutukan. Hal tersebut ternyata tidak hanya dialami oleh Lorenzo.

© Vladimir Rys/Getty Images
Valentino Rossi ketika berduet dengan Nicky Hayden di Ducati. Copyright: Vladimir Rys/Getty ImagesValentino Rossi ketika berduet dengan Nicky Hayden di Ducati.

Seorang Valentino Rossi pernah merasakan kutukan akibat meninggalkan Yamaha. Kariernya berantakan usai hengkang ke Ducati selama dua musim dari 2011 sampai 2012.

Tidak pernah lepas dari peringkat tiga besar di akhir kompetisi, Rossi terpaksa melorot jauh ke posisi 7 dan 6 klasemen akhir MotoGP pada musim 2011 dan 2012.

Rossi kemudian kembali ke Yamaha setelah dua musim yang buruk bersama Ducati. Namun demikian, keputusan itu tidak lantas membuat Rossi kembali menemukan performa terbaiknya.

Ia selalu mentok di posisi runner up klasemen akhir. Rossi bahkan hingga kini belum lagi meraih puncak podium setelah terakhir di Assen, Belanda tahun 2017.

Ben Spies juga pernah mengalami nasib buruk setelah meninggalkan Yamaha. Sempat konsisten di enam besar pada musim 2010 dan 2011, Spies akhirnya hengkang dari Yamaha pada akhir musim 2012.

Spies yang sempat ingin kembali ke Superbike bersama BMW akhirnya memilih untuk menerima pinangan Pramac Ducati pada tahun 2013.

Penampilan Spies bersama Ducati tak secemerlang bersama Yamaha. Ia kerap menderita cedera dan akhirnya memutuskan pensiun.

Nasib yang tidak kalah apes juga belum lama ini dialami Johann Zarco. Musim perdana Zarco bersama KTM setelah hengkang dari Yamaha berakhir di pertengahan musim 2019.

"Resmi, saya tidak akan balapan dengan KTM Factory Racing untuk musim MotoGP 2020. Itu adalah keputusan yang sulit untuk diambil, saya memiliki kesempatan untuk melakukan yang terbaik dan saya ingin melakukannya dengan bahagia,” curhat Zarco melalui akun Instagram pribadinya.

Boleh percaya atau tidak namun kutukan ini terus berlanjut. Yamaha seolah menjadi tempat terbaik bagi para mantan pembalapnya yang merasakan penyesalan.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%