In-depth

Menilai Kriteria Jalan dan Lokasi yang Cocok Jadi Sirkuit Formula E di Jakarta

Senin, 9 September 2019 18:50 WIB
Penulis: Annisa Hardjanti, Arief Tirtana | Editor: Arum Kusuma Dewi
© headtopics
Menilai kriteria jalan dan lokasi yang cocok jadi sirkuit Formula E di Jakarta. Copyright: © headtopics
Menilai kriteria jalan dan lokasi yang cocok jadi sirkuit Formula E di Jakarta.

INDOSPORT.COM - Selain menggunakan tenaga listrik, gelaran Formula E menjadi menarik karena akan digelar di sirkuit jalan raya yang ada di pusat kota yang ditunjuk sebagai tuan rumah.

Jakarta secara resmi telah menjalin kesepakatan dengan Federasi Otomotif Internasional (FIA) untuk menjadi tuan rumah ajang balap internasional Formula E mulai tahun 2020 mendatang.

Rencana tersebut menjadi sebuah hal yang menarik, karena sebagai sebuah ajang balap yang baru muncul dalam lima tahun ke belakang, Formula E memiliki ciri khas yang tak banyak ditemui di ajang balap lainnya. Seperti salah satunya, lokasi balap yang harus berada di jalan raya.

Sirkuit Jalan Raya

Dengan kendaraan yang 100 persen menggunakan bahan bakar listrik, Formula E membawa beberapa pesan dalam kemunculannya sejak tahun 2014. Seperti kampanye energi terbarukan, masalah polusi udara dan suara, juga kemacetan yang kini banyak menghiasi kota-kota besar di dunia.

Untuk itu, tak mengherankan jika kemudian Formula E menyasar kota-kota besar dunia dengan masalah kemacetan dan polusi untuk menjadi lokasi balapan.

Pada musim perdananya di tahun 2014 misalnya, ada 10 kota yang ditunjuk Formula E untuk menggelar balapannya. Dan semua kota yang tersebar dari Asia, Eropa hingga Amerika Selatan itu adalah kota dengan masalah kemacetan dan polusi yang cukup memprihatinkan. 

Sebut saja Beijing (China), Putrajaya (Malaysia), Punta del Este (Uruguay), Long Beach dan Miami (USA), Monte Carlo (Monaco), Berlin (Jerman, Moskow (Rusia), London (Inggris), hingga Buenos Aires (Argentina).

Untuk melengkapi pesan-pesannya tersebut, Formula E juga menetapkan aturan bahwa semua balapan yang dihelat harus berlangsung di jalan raya, terlebih di pusat kota yang umumnya memiliki masalah kemacetan dan polusi paling parah.

Sirkuit Jalan Raya Jakarta

© Lev Radin/Pacific Press/LightRocket via Getty Images/Grafis: Eli Suhaeli/INDOSPORT
Ilustrasi Formula E jadi di Jakarta. Copyright: Lev Radin/Pacific Press/LightRocket via Getty Images/Grafis: Eli Suhaeli/INDOSPORTIlustrasi Formula E jadi di Jakarta.

Seperti negara lainnya, jika jadi menjadi tuan rumah Formula E di tahun 2020 mendatang, Jakarta tentu harus menyiapkan jalan raya yang kemudian disulap menjadi area sirkuit tempat balapan berlangsung dengan panjang 1,9 hingga 3,4 km.

Hal tersebut tentu bukan masalah besar bagi Jakarta, seperti yang diakui Irawan Sucahyono yang merupakan Desainer Sirkuit non-permanen dan Penasehat Sirkuit Sentul.

"Jalanan di Jakarta bisa (digunakan). (Namun) Semua harus di resurfacing (dilapisi ulang)," jelas Irawan saat ditemui INDOSPORT di Sirkuit Sentul, Jawa Barat.

"Jadi semua kota-kota yang menggelar balap jalan raya, samalah seperti Jakarta, parah-parah semua (masalah kemacetan dan polusinya)," tambahnya.

© Arief Tirtana/INDOSPORT
Fahmi, saat ditemui INDOSPORT di Monas. Copyright: Arief Tirtana/INDOSPORTFahmi, saat ditemui INDOSPORT di Monas.

Bicara mengenai kualitas jalan Jakarta, meski tetap diperlukan resurfacing, kondisi jalan di Jakarta saat ini pun sebenarnya cukup memadai untuk dilalui mobil Formula E. Karena mobil Formula E bukanlah kendaraan dengan ban istimewa yang tak bisa dikebut di jalan raya Jakarta.

"Aspal-aspal (Sirkuit) Formula E tidak jauh beda dengan aspal jalanan Jakarta yang ada saat ini. Tidak ada yang istimewalah. Formula E itu bukan mobil dengan ban yang tidak bisa dipakai di jalanan Tol Jagorawi misalnya," terang Irawan.

Satu hal lagi yang ditekankan Irawan terkait lokasi sirkuit, Pemerintah DKI Jakarta nantinya harus benar-benar tepat memilih lokasi jalan raya yang akan digunakan menggelar balapan Formula E.

Faktor-faktor yang memberikan daya tarik dunia terhadap Jakarta harus juga diperhatikan demi memberikan publikasi yang baik kepada dunia internasional.

"Karena ingin memperlihatkan ke dunia inilah wajah Jakarta, jadi harus ditempatkan ke wilayah yang mencerminkan wajah Jakarta," kata Irawan.

"Tidak bisa wilayah pingiran yang sepi. Ya ngapain sudah bayar mahal-mahal, bayar TV, (kalau) publikasi ke dunia tempat yang sepi-sepi itu. Semua mau pusatnya. Malaysia taruh di KLCC, Singapura di Suntec Marina Bay, Jakarta harus juga begitu," tambah Irawan menjelaskan.

Berdasarkan penjelasannya itu, Irawan juga dengan gamblang menilai wilayah seputar Monas bisa menjadi lokasi yang tepat sebagai Sirkuit Formula E Jakarta. Selayaknya rumor yang santer berdengung belakangan ini.

Calon Lokasi Sirkuit Formula E Jakarta

Sejauh ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memang belum dengan gamblang menjelaskan lokasi mana yang nantinya akan digunakan sebagai Sirkuit Jalan Raya Formula E di Jakarta.

Sempat muncul dua alternatif rute yang digadang akan menjadi lokasi Sirkuit Formula E Jakarta. Kedua rute tesebut sama-sama akan mengambil start awal di area silang Monas (Monumen Nasional).

Pilihan pertama, dimulai di Silang Tenggara Monas - Jalan Ridwan Rais - Tugu Tani - kembali ke jalan Ridwan Rais - Jalan Medan Merdeka Selatan - Wisma Antara - Kedubes Amerika Serikat - kembali ke Silang Tenggara Monas.

Alternatif lainnya, dimulai di Silang Selatan Monas - belakang Stasiun Gambir, Jalan ridwan Rais - Jalan Medan Merdeka Selatan - Bundaran patung Kuda - kembali ke Silang Selatan Monas.

Namun memang kedua rute tersebut masih sebatas rumor, seiring belum adanya kepastian dari Pemerintah DKI Jakarta maupun juga dari pihak Formula E sendiri. Bahkan belakangan muncul lagi alternatif rute ketiga, yang kabarnya juga masih tak akan jauh dari kawasan Monas dan Jalan Jendral Sudirman.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%