Proses Otopsi Selesai, Penyebab Kematian Afridza Munandar Terkuak

Minggu, 3 November 2019 16:52 WIB
Penulis: Katarina Erlita Cadrasari | Editor: Ivan Reinhard Manurung
© TMCBlog
Jenazah pembalap muda Indonesia, Afridza Syach Munandar telah tuntas diotopsi di bagian forensik Rumah Sakit Besar Kuala Lumpur pada, Minggu (03/11/19). Copyright: © TMCBlog
Jenazah pembalap muda Indonesia, Afridza Syach Munandar telah tuntas diotopsi di bagian forensik Rumah Sakit Besar Kuala Lumpur pada, Minggu (03/11/19).

INDOSPORT.COM - Jenazah pembalap muda Indonesia, Afridza Syach Munandar telah tuntas diotopsi di bagian forensik Rumah Sakit Besar Kuala Lumpur pada, Minggu (03/11/19).

Afridza Munandar meregang nyawa di Sirkuit Sepang lantaran kecelakaan saat melakoni balapan di ajang Asia Talent Cup (ATC).

Otopsi turut dihadiri penyidik dari Kantor Polisi Aero Polisi Kuala Lumpur International Airport (KLIA) dan Tim Asia Talent Cup (ATC) Indonesia atau Idemitsu Honda Indonesia, Charlie.

Proes otopsi dimulai pada pukul 09.00 hingga 11.00 waktu setempat. Dari hasil otopsi diketahui bahwa penyebab kematian Afridza Munandar adalah karena benturan keras pada bagian kepala di sisi sebelah kiri.

Pihak rumah sakit juga masih menunggu hasil uji urine dan darah yang telah dikirim ke Jabatan Kimia (Kantor Kimia).

Selanjutnya jenazah telah diserahkan oleh perusahaan Kasket Paradibes yang telah ditunjuk oleh pihak asuransi untuk kemudian dipulangkan ke Indonesia.

Sementara itu pihak Tim Asia Talent Cup Indonesia yang mengurus seluruh proses penanganan jenazah di rumah sakit berharap jenazah almarhum dapat dipulangkan hari ini.

"Jenazah akan diterbangkan ke Jakarta kemudian akan menggunakan perjalanan darat ke kampung halamannya di Tasikmalaya, Jawa Barat. Jenazah tidak dapat diterbangkan langsung ke Bandung karena ketiadaan fasilitas kargo pada penerbangan menuju Bandung," ujar Charlie dilansir dari Antara.

Sampai saat ini pihak tim belum mengetahui secara pasti jadwal keberangkatan jenazah Afridza Munandar karena masih menunggu seluruh dokumen yang diperlukan.

IDS Emoticon Suka
Suka
17%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
17%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
33%
IDS Emoticon Marah
Marah
33%