Formula 1

Tuai Kontroversi, Greenpeace Kritisi Penyelenggaraan Formula E di Jakarta

Selasa, 7 Januari 2020 13:14 WIB
Penulis: Nadya Riska Nurlutfianti | Editor: Cosmas Bayu Agung Sadhewo
© twitter.com/FIAFormulaE
Greenpeace selaku organisasi lingkungan global mengkritisi penyelenggaran kejuaraan Formula E di DKI Jakarta usai sempat menuai kontroversi. Copyright: © twitter.com/FIAFormulaE
Greenpeace selaku organisasi lingkungan global mengkritisi penyelenggaran kejuaraan Formula E di DKI Jakarta usai sempat menuai kontroversi.

INDOSPORT.COM – Greenpeace selaku organisasi lingkungan global mengkritisi penyelenggaran kejuaraan Formula E di DKI Jakarta usai sempat menuai kontroversi.

Sebelumnya, kejuaraan Formula E yang bakal digelar di Ibu Kota pada 6 Juni 2020 nanti menuai kontroversi, lantaran dianggap sebagai salah satu penyebab banjir di Jakarta setelah gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memotong anggaran antisipasi banjir untuk kejuaraan balap mobil tersebut.

Digelarnya kejuaraan balap mobil listrik tersebut sebagai kampanye untuk peduli lingkungan. Namun dengan ada kontroversi tersebut, Greenpeace menilai bahwa energi terbarukan memang harus dipromosikan tapi tidak harus melalui balap mobil listrik Formula E.

"Kita memang ingin mempromosikan energi terbarukan tetapi tidak harus memakai balap mobil listrik Formula E, banyak cara yang lebih konkret," kata Kepala Greenpeace Indonesia, Leonard Simanjuntak dilansir dari laman Antara.

Ia mengatakan, alokasi dana untuk balap Formula E di Jakarta setiap tahun dari 2020 sampai 2024 yang nilainya Rp1,6 triliun bisa dialihkan untuk mendukung penggunaan listrik tenaga surya.

Jika menyangkut kepentingan publik, ia menambahkan bahwa beralih ke energi terbarukan tentu lebih utama ketimbang proyek mercusuar semacam penyelenggaraan balap Formula E.

Penggunaan energi terbarukan, menurut dia, penting untuk mengurangi emisi gas rumah kaca guna mengekang pemanasan global dan perubahan iklim.

Leonard mengatakan bahwa banjir Jakarta merupakan salah satu peringatan akan dampak perubahan iklim, yang harus segera diantisipasi agar tak kian memburuk.

"Untuk Indonesia perlu transisi secepatnya ke energi terbarukan untuk bidang energi. Kalau untuk hutan benar-benar stop deforestasi, hentikan perluasan sawit. Itu dua yang terbesar membuat Indonesia menjadi penghasil emisi karbon," tambahnya.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%