MotoGP

Hitung-hitungan Juara MotoGP: Para Kuda Hitam yang Berbahaya (Part 2)

Selasa, 1 September 2020 15:58 WIB
Editor: Lanjar Wiratri
© Instagram/KTM Factory Racing
Hitung-hitungan calon juara MotoGP 2020, para pembalap kuda hitam berpeluang. Copyright: © Instagram/KTM Factory Racing
Hitung-hitungan calon juara MotoGP 2020, para pembalap kuda hitam berpeluang.

INDOSPORT.COM - Empat pemenang berbeda dalam lima balapan pembuka MotoGP membuat peta persaingan meraih gelar juara MotoGP 2020 terbuka lebar untuk sembilan pembalap ini. Tanpa kehadiran sang juara bertahan, Marc Marquez, balapan MotoGP 2020 jadi lebih menarik untuk diikuti.

Absennya Marc Marquez karena cedera dan harus menepi selama dua hingga tiga bulan menutup peluang Baby Alien untuk kembali juara dunia MotoGP tahun ini. Bahkan akan jadi sebuah keberuntungan jika Marquez bisa membalap di satu seri balapan yang tersisa.

Tanpa Marquez, balapan MotoGP 2020 ini akan dijuarai pembalap lain untuk kedua kalinya setelah rider Spanyol itu mulai bergabung pada 2013 silam. Lantas, siapa pembalap yang bisa merebut takhta Marquez?

Dengan sembilan balapan yang yang tersisa, berikut sembilan pembalap yang bisa merebut takhta juara MotoGP 2020. (Part 2)

Jack Miller

Selisih poin dari pemuncak klasemen sementara: -14

Menang: 0

Podium: 2

Poin rata-rata per balapan selesai: 14

Jack Miller mungkin belum memenangi balapan musim ini, tetapi rider Pramac Ducati itu unggul 0,3 detik usai MotoGP Austria dan, jika dia tidak terjatuh di MotoGP Jerez kedua, mungkin ia akan memimpin klasemen MotoGP saat ini.

Miller kini 14 poin di belakang Quartararo, tetapi kesuksesan naik podium dua kali di Austria membuatnya layak bersaing merebut gelar juara MotoGP. Jack Miller bisa saja mengejutkan dengan menjadi pembalap Ducati satelit pertama yang juara MotoGP.

Seperti semua pabrikan, Ducati pasti akan memusatkan perhatian ekstra pada pembalap topnya yang bersaing di papan atas. Miller akan sangat ingin membuktikan bahwa ia bisa membawa Ducati meraih mahota juara dunia MotoGP sejak rekan senegaranya asa Australia, Casey Stoner, sukses melakukannya pada tahun 2007.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%