In-depth

Davide Brivio, Si Penyuka Tantangan Itu Akhirnya Tinggalkan Suzuki

Jumat, 8 Januari 2021 12:02 WIB
Editor: Pipit Puspita Rini
© Motogp.com
Manajer Team Suzuki Ecstar, Davide Brivio (kiri), bersama sang pembalap, Joan Mir. Copyright: © Motogp.com
Manajer Team Suzuki Ecstar, Davide Brivio (kiri), bersama sang pembalap, Joan Mir.

INDOSPORT.COM - Davide Brivio dikenal sebagai penyuka tantangan, terutama dengan tingkat kesulitan dan risiko yang tinggi. Keputusannya meningglkan Suzuki ketika sedang berada di atas merupakan salah satu bukti.

Ketika memutuskan bergabung dengan Suzuki pada 2013, dia dengan tekun mempersiapkan tim hingga siap kembali ke MotoGP pada 2015, setelah tiga tahun absen.

"Kami bahkan tidak punya obeng," kata Davide Brivio menggambarkan bagaimana awal perjuangannya bersama Suzuki.

Perjalanan enam tahunnya bersama Suzuki berakhir dengan raihan gelar juara dunia untuk kategori pembalap dan tim. Catatan fenomenal yang membuat Davide Brivio makin dikenal.

Pria Italia ini memulai karier di dunia balap dengan terjun di balap Superbike. Pada 1990, dia bergabung di tim Yamaha dengan Fabrizio Pirovano sebagai pembalap. Davide Brivio ketika itu menjadi media officer. Tak butuh waktu lama, dia lalu menjadi koordinator tim.

Dia lalu memulai karier di World Championship pada 2001 bersama Yamaha. Dari sinilah jalan menuju puncak semakin terbuka, terutama setelah dia bekerja bersama Valentino Rossi.

Brivio merupakan salah satu orang yang meyakinkan Rossi untuk meninggalkan Honda dan pindah ke Yamaha. Akhirnya pembalap berjuluk The Doctor tersebut mulai memacu motor Yamaha pada persaingan MotoGP 2014.

Brivio dan Rossi bersama-sama meraih empat gelar juara dunia selama tujuh tahun bersama Yamaha. Hubungan keduanya benar-benar dekat. Bahkan ketika Rossi memutusakan untuk pindah ke Ducati pada 2010, Brivio pun ikut.

Brivio menjadi konsultan Rossi dan VR46 selama tiga tahun, dari 2010 hingga 2013. Sampai akhirnya tantangan baru menghampirinya lagi.

© (Photo by Julian Finney/Getty Images)
Davide Brivio bersama Valentino Rossi dan Colin Edwards saat masih berada di Yamaha. Copyright: (Photo by Julian Finney/Getty Images)Davide Brivio bersama Valentino Rossi dan Colin Edwards saat masih berada di Yamaha.

Percaya Talenta Muda

Suzuki ingin kembali ke MotoGP dan memasang target menang. Mereka melihat Davide Brivio adalah orang yang tepat untuk mewujudkan mimpi besar tersebut. Sekali lagi, Davide Brivio adalah penyuka tantangan. Proposal Suzuki pun diterima.

Bersama saudaranya, Roberto, Davide Brivio membentuk tim impian dari nol. Jalan yang ditempuh Brivio pun tidak umum, salah satunya adalah mengambil pembalap yang masih muda, bukan mereka yang punya nama dan peluang lebih besar untuk menjadi juara.

Maverick Vinales merasakan persaingan pertamanya di kelas premier bersama Suzuki yang melakukan debut kembali di MotoGP pada 2015. Vinales didampingi oleh Aleix Espargaro yang lebih berpengalaman.

© Mirco Lazzari gp/Getty Images
Pembalap Team Suzuki MotoGP asal Spanyol, Maverick Vinales. Copyright: Mirco Lazzari gp/Getty ImagesPembalap Team Suzuki MotoGP asal Spanyol, Maverick Vinales.

Pada musim keduanya, Vinales sudah bisa naik podium. Total dia empat kali naik podium dan salah satunya adalah ketika menjuarai GP Inggris 2016. Sayangnya, Vinales memilih untuk meninggalkan Suzuki dan bergabung dengan Yamaha pada 2017.

Suzuki mencari bintang baru. Sekali lagi, Davide Brivio memilih mengambil pembalap muda dan kali ini pilihan jatuh ke Alex Rins yang akhirnya memulai debut di MotoGP pada 2017. Rins didampingi pembalap yang lebih senior, Andrea Iannone.

Baca Juga

Pada tahun keduanya di MotoGP bersama Suzuki (2018), Alex Rins sudah bisa naik podium sebanyak lima kali. Kemenangan pertama Alex Rins bersama Suzuki didapat pada GP Americas 2019.

Pada MotoGP 2019 ini juga Suzuki menggaet debutan baru untuk memperkuat tim. Pilihan jatuh kepada Joan Mir. Jelas insting Davide Brivio lagi-lagi terbukti ampuh.

© MOTOGP.COM
Pembalap Team Suzuki Ecstar, Joan Mir (kiri) dan Alex Rins. Copyright: MOTOGP.COMPembalap Team Suzuki Ecstar, Joan Mir (kiri) dan Alex Rins.

Pada 2020, Joan Mir dan Alex Rins bersinar terang. Joan Mir menutup musim dengan status prestisius sebagai juara dunia, sementara Rins berada di posisi ketiga klasemen, raihan terbaiknya sejauh ini di MotoGP.

Davide Brivio telah berhasil. Dia berhasil memimpin timnya dengan cara elegan yang membuat semua orang merasa sebagai satu keluarga. Kepergian Davide Brivio jelas merupakan kehilangan besar bagi Suzuki dan World Championship.

Kabar terbaru menyatakan bahwa Davido Brivio akan bergabung dengan salah satu tim Formula 1, Alpine F1 Team. Belum ada konfirmasi pasti tentang kabar ini.

Jika terwujud, Brivio akan berkolaborasi dengan pemegang dua gelar juara dunia F1, Fernando Alonso. Akan menarik untuk mengikuti sepak terjang Davide Brivio di ajang balap mobil, karena namanya di balap motor sudah terbukti harum.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%