Pagar Nusa, Wadah Pencak Silat untuk Para Santri

Senin, 5 September 2016 13:18 WIB
Editor: Galih Prasetyo
 Copyright:
Mengoptimalkan tenaga dalam

Pencak silat yang ada di Indonesia memiliki banyak ragam, mulai dari jurus hingga gerakan yang dilakukan. Pagar Nusa adalah salah satu pencak silat yang disebut lebih banyak mengoptimalkan pendekarnya menggunakan tenaga dalam. 

Salah satu bukti ialah pada 2004 lalu. Seperti dilansir dari nu.or.id, saat muktamar ke-31 NU di Asrama Haji Donohudan Solo. Anggota Pagar Nusa melakukan atraksi saling bacok, saling melukai, dan saling pukul.

Ajaibnya, tidak seorang pun dari peserta yang alami luka. Bagi sejumlah penggiat pencak silat istilah menggunakan tenaga dalam dalam pertarungan silat disebut dengan kemampuan kanuragan. 

Namun tidak sembarang orang yang mempelajari silat Pagar Nusa bisa menggunakan kemampuan kanuragan. Menurut Kiai Ali Pono seperti dilansir dari intelijen.co.id, orang yang ingin gunakan kanuragan dilarang melakukan molimo. 

Molimo yang dia maksud adalah main, madat, minum, maling, madon. Sedangkan untuk jurus dasar, Pagar Nusa juga memiliki sejumlah gerakan yang hampir sama dengan aliran pencak silat pada umumnya. 

Ada gerakan kuda-kuda, sikap pasang yang terdiri dari 12 gerakan, serta langkah yang terdiri 5 gerakan dasar. Sedangkan jika ditinjau dari tekniknya, langkah dalam Pagar Nusar terbagi menjadi, Langkah Angkatan, Langkah Geser, Langkah Seser, dan Langkah Lompat. 

Pagar Nusa memiliki pandangan filosofis tersendiri terkait jurus mereka yakni, jurus bukan sekedar rangkaian gerak langkah dan serangan, maupun hindaran serta perlindungan diri. 

Namun jurus adalah sikap hidup seorang pendekar sejati. Karena jurus adalah cerminan sikap jujur dan lurus. 

91