Oase

Aksi Puan Maharani Tanam Padi Disindir, Ruhut Sitompul: Kadrun Stres

Sabtu, 13 November 2021 17:10 WIB
Editor: Nugrahenny Putri Untari
Ruhut Sitompul turut mengomentari sindiran tentang aksi Puan Maharani menanam padi.

INDOSPORT.COM - Ruhut Sitompul buka suara soal komentar-komentar bernada sindiran terhadap aksi Puan Maharani menanam padi yang tengah ramai saat ini.

Wanita yang menjabat ketua DPR RI tersebut memang diketahui melakukan aksi menanam padi di sebuah area persawahan di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang foto-fotonya tersebar di media sosial.

Akan tetapi, tentunya tidak semua respons yang muncul dari foto aktivitas tersebut terdengar manis di telinga. Hal ini pun menyenggol Ruhut Sitompul untuk mengomentari berita tentang sindiran tersebut yang dimuat sebuah media daring.

"Yang menyindir Mba Puan Maharani Ketua DPR RI menanam padi Barisan Sakit Hati kadrun-kadrun yang stres mendekati pesong selalu berpikir negatif," ujarnya lewat akun Twitter @ruhutsitompul, Sabtu (13/11/21).

Meski tidak menyebut nama, Ruhut pun meminta pihak-pihak yang menyindir Puan memahami pernyataan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto. Menurutnya, apa yang dilakukan Puan adalah bukti ketua DPR RI menyatu dengan rakyat.

"Tolong hormati pernyataan Mas Hasto Kristiyanto Sekjen PDI Perjuangan yang berpikir positif paten. Merdeka," ujar Ruhut lagi.

Diketahui, Puan Maharani ikut menanam tanaman padi saat kunjungan kerja ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Ia pun mendorong petani untuk melek teknologi agar hasil pertanian lebih produktif sehingga kesejahteraannya meningkat.

Puan mendatangi area Persawahan Sendangmulyo, Sleman, DIY, Kamis (11/11/21). Meski hujan deras mengguyur, ia ikut turun ke sawah untuk menanam padi bersama sejumlah petani perempuan di tengah lahan pertanian seluas 6 hektare.

"Puan menanam, nanti rakyat yang memanen," ujarnya.

Selama menanam bibit padi, perempuan pertama yang menjabat sebagai ketua DPR RI itu berdialog dengan petani. Mengenakan caping dan sepatu khas petani, Puan terkadang berbicara menggunakan bahasa Jawa.

“Piro nek panen (berapa banyak kalau panen?), dijual neng endi (dijual ke mana?)” tanya Puan kepada para petani.

Mereka pun menjawab pertanyaan tersebut dan membicarakan sejumlah kendala yang dihadapi para petani selama ini, termasuk soal pupuk dan jalur distribusi saat panen.

Kemudian, Puan juga berbincang dengan kelompok tani dan petani milenial di pematang sawah. Didampingi Wabup Sleman, Danang Maharsa, ia mendengarkan berbagai aspirasi sambil menikmati kacang dan ubi rebus.

Berada di sawah dan melakukan dialog, Puan Maharani mengaku ingin mengetahui lebih banyak tentang kebutuhan dan masalah-masalah yang mungkin dihadapi oleh para petani, sekaligus belajar cara menanam padi.

Baca berita asli di Akurat.Co