Kaleidoskop Bulutangkis Juli-Desember 2014
Awal bulan wakil Indonesia berangkat ke Bahrain IC dan berhasil meraih dua gelar lewat Firman Abdul Kholik yang menjadi buah bibir dua bulan silam dan Yohanes Rendy Sugiarto/Afiat Yuris Wirawan.
Namun pencapaian di Bahrain tidak berbuah pada ajang China Open SSP, setelah tim Garuda harus pulang dengan tangan kosong setelah dua wakilnya, ganda putra Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan ganda putri Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii gagal menghadapi perlawanan wakil tuan rumah, di Haixia Olympic Sport Center, Distrik Fuzhou, Jumat 14 November 2014.
Keterpurukan Indonesia di China akhirnya terobati di Malaysia IC, setelah sukses pulang dengan membawa 1 gelar lewat Hafiz Faisal/Shella Devi Aulia dan 2 runner up lewat Gregoria Mariska dan Maretha Dea Giovanni/Rosyita Eka Putri Sari.
Prestasi Indonesia kembali membanggakan setelah pasangan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan sukses meraih satu gelar di ajang Hong Kong SS 2014, Minggu 23 November 2014.
Lalu turnamen terakhir di bulan ini, Macau GPG, Indonesia berhasil meraih satu gelar lewat Edi Subaktar/Gloria Emanuelle Widjaja dan satu runner up Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi.
Pada bulan ini menjadi mimpi buruk Malaysia, setelah atlet mereka yang kini menjadi pebulutangkis nomor satu dunia, Lee Chong Wei terbukti positif menggunakan doping saat mengikuti ajang Copenhagen.