3 Penyebab Prestasi Bulutangkis Merosot
Seorang manusia pasti mengalami pertambahan usia, ini yang mungkin kurang dipikirkan Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia saat itu. Pada Era keemasan Indonesia di dunia bulutangkis, Indonesia seolah terlena dengan gelar-gelar kemenangan yang berhasil diraih.
Hingga akhirnya melupakan generasi-generasi di bawah para juara-juara tersebut. “Waktu itu ada masa-masa kita lupa regenerasi, karena waktu itu kita diperkuat pemain-pemain yang merajai, khususnya sector tunggal putra. Jadi yang di bawahnya kurang diperhatikan, junior-juniornya kurang diperhatikan,” terang Fung Permadi yang juga mantan atlet bulutangkis tanah air.
Menurut Fung, sebenarnya sudah tugas PBSI untuk memberdayakan klub-klub untuk menyuplai para bibit-bibit muda ini. Namun kita melihat bahwa PBSI ini terkesan lebih kepada pemusatan latihan nasional (pelatnas). Terlebih PBSI juga harus mampu menelurkan para pelatih-pelatih yang berkualitas.
“Sebenarnya ini tugas PBSI harus memberdayakan klub-klub, kesannya PBSI itu pelatnas banget. Padahal PBSI itu persatuan bulutangkis seluruh Indonesia. Kalau di bawahnya tidak diperhatiin gimana mau bersaing di tingkat Internasional, perhatian kebawahnya kurang sekali,” sambung pemain era 90-an ini.
Senada dengan Fung, Wakil Sekretaris Jendral PP PBSI, Ahmad Budiarto juga mengatakan hal serupa. “Salah satu kekurangan kita, kita kurang persiapan regenerasi. Tapi sekarang kita sudah bisa mendapatkan talenta-talenta terbaik,” ujar Ahmad.