3 Penyebab Prestasi Bulutangkis Merosot
Belum lepas dari ingatan kita kisruh antara legenda bulutangkis Indonesia, Icuk Sugiarto dengan Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Indonesia (PP PBSI). Dimana PP PBSI, sebagai badan tertinggi bulutangkis Indonesia mencabut status Icuk sebagai Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI.
Konflik-konflik internal seperti ini jelas mengganggu bagi kemajuan atlet, terlebih Indonesia saat ini tengah terpuruk dalam bidang prestasi bulutangkis. Seyogyanya, PP PBSI sebagai lembaga tertinggi bulutangkis Indonesia mampu meredam konflik-konflik semacam ini agar tidak jauh melebar.
Deputi V Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Gatot Dewa Broto sempat mengatakan bahwa, PP PBSI harus punya trobosan untuk masalah ini. “Kalau melihat dari kondisinya (bulutangkis) harus ada trobosan yang signifikan,” terang Gatot saat ditemui INDOSPORT di kantornya.
Senada dengan hal tersebut, ayah dari Tommy Sugiarto, Icuk Sugiarto menilai bahwa Indonesia sebenarnya punya potensi-potensi yang besar. Hanya saja, lembaga tertinggi ini (PP PBSI) jangan dijadikan kendaraan untuk mencari keuntungan pribadi.
“Kita banyak punya potensi, yang muda-muda juga ada. Intinya satu, kenali orang-orang di rumah besar ini (PP PBSI). Jangan sampai lembaga jadi kepentingan, usahakan lembaga ini jadu paying kita semua,” terang juara dunia badminton tahun 1985 dan 1986 ini.