Kisah Pria Indonesia Terhebat di All England
Jika sedikit menengok politik, laga final tunggal putra All England 1967, tentu terbilang tidak adil. Pasalnya tunggal putra Malaysia seperti bertanding di rumah sendiri. Saat konfrontasi Indonesia-Malaysia, Inggris jadi pihak yang sangat mendukung berdirinya Malaysia.
Tekanan berat ada di pundak Nio Hap Liang. Terlebih pebulutangkis yang bernama Indonesia, Rudi Hartono masih 'anak bau kencur'. Rudi Hartono saat itu masih berusia 18 tahun 141 hari. Ditambah ini jadi All England pertama yang ia ikuti.
Tak ada yang mengunggulkan Rudi Hartono saat itu, ia masih 'hijau' dan berasal dari negara yang tiga tahun sebelumnya diguncang oleh huru hara politik, G30S. Dunia masih mencibir Indonesia saat itu. Rudi yang berasal dari etnis China harus berjuang demi Merah Putih. Padahal di beberapa tahun sebelumnya, etnis China jadi korban di G30S. Beban yang teramat berat.