3 Momen Paling Berkesan untuk Indonesia di Piala Sudirman 2019

Sabtu, 25 Mei 2019 23:50 WIB
Editor: Prio Hari Kristanto
© badmintonindonesia.org
Marcus Gideon (kiri) & Kevin Sanjaya (kanan) Copyright: © badmintonindonesia.org
Marcus Gideon (kiri) & Kevin Sanjaya (kanan)

INDOSPORT.COM - Perjalanan tim indonesia di ajang Piala Sudirman 2019 telah usai setelah dihentikan Jepang 3-1 di babak perempatfinal. 

Indonesia sejatinya sempat memimpin 1-0 berkat kemenangan pasangan ganda putra Marcus Gideon/Kevin sanjaya atas Takeshi Kamura/Keigo Sonoda: 21-14, 21-18.

Namun Jepang berhasil comeback yang diawali dengan kemenangan Akane Yamaguchi atas Gregoria Mariska di sektor tunggal putri.

Disusul oleh kemenangan Kento Momota atas Anthony Ginting di sektor tunggal putra, dan terakhir kemenangan Matsumoto/Nagahara atas Greysia/Apriyani di sektor ganda putri. 

Perjalanan Indonesia bisa dibilang penuh liku-liku di turnamen ini. Mulai dari babak grup hingga babak semifinal. Berikut ini kami pilihkan tiga momen paling berkesan bagi tim indonesia sepanjang Piala Sudirman 2019

Kekalahana Mengejutkan Lawan Denmark

Indonesia tampil di Grup 1B pada Piala Sudirman 2019 ini bersama duo Eropa, Denmark dan Inggris. 

Di atas kertas Indonesia diunggulkan atas Inggris dan Denmark. Namun, pada kenyataanya, Indonesia harus bekerja keras untuk bisa lolos. 

Pada partai pertama, Indonesia kehilangan satu angka dari Inggris berkat kemenangan Chris Adcock/Gabrielle Adcock.

Kejutan terjadi di pertandingan kedua saat berjumpa dengan Denmark. Tim Indonesia kalah dari Denmark dengan skor 3-2. 

Denmark mencuri poin dari sektor tunggal putra dan ganda campuran. Beruntung Indonesia mampu memperkecil kedudukan melalui Greysia Polii/Apriyani Rahayu. 

Walau kalah 3-2, Indonesia tetap melenggang ke babak perempatfinal sebagai juara grup.

Comeback Lawan Chinese Taipei

Perjuangan berat dan berkesan untuk Indonesia juga dialami di babak perempatfinal. Pada babak ini Indonesia bertemu dengan Chinese Taipei. 

Indonesia sempat tertinggal dengan skor 1-2 usai kalah di sektor tunggal putri dan tunggal putra. Namun, Indonesia berhasil comeback dengan merebut partai ganda putri dan ganda campuran. 

Di sektor ganda putri, Greysia Polii/Apriyani Rahayu menang atas Pai Yu Po/Wu Ti Jung 13-21, 7-21. 

© badmintonindonesia.org
Praveen Jordan dan Melati Daeva Oktavianti bawa Indonesia ke semifinal Piala Sudirman 2019 usai kalahkan Chinese Taipei. Foto: badmintonindonesia.org Copyright: badmintonindonesia.orgPraveen Jordan dan Melati Daeva Oktavianti bawa Indonesia ke semifinal Piala Sudirman 2019 usai kalahkan Chinese Taipei. Foto: badmintonindonesia.org

Menyusul Greysia/Apriyani, pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, menjadi penentu dengan menang atas lawannya Wang Chi-Lin/Hsieh Pei Shan 17-21,15-21. 

Perjuangan Tiada Lelah Greysia/Apriyani Lawan Pasangan Jepang

Indonesia boleh kalah lawan Jepang. Namun perjuangan heroik dipertunjukkan oleh pebulutangkis-pebulutangkis Indonesia. 

Salah satunya adalah pasangan ganda putri, Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Greysia Polii/Apriyani Rahayu menghadapi ganda putri nomor satu dunia, Mayu Matsumoto?Wakana NAgahara. 

Di set pertama, Greysia Polii/Apriyani Rahayu dibombardir oleh sejumlah pukulan-pukulan menyilang nan tajam dari Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara. Hal itu membuat Greysia/Apriyani harus tertinggal 4-8.

Berkali-kali Apriyani Rahayu melakukan jump smash yang begitu menukik, tapi Mayu Matsutomo selalu mempunyai cara untuk menangkal serangan tersebut. Hingga akhirnya wakil Indonesia terus tertinggal menjadi 7-16.

Namun Greysia/Apriyani pelan tapi pasti mulai mampu mengimbangi Mayu/Wakana sehingga skor menjadi 14-19. Sayang sebelum Greysia/Apriyani bangkit lebih jauh, Mayu/Wakana telah menyelesaikan game pertama dengan skor 21-15.

© badmintonindonesia.org
Gresyia Polii & Apriyani Rahayu Copyright: badmintonindonesia.orgGresyia Polii & Apriyani Rahayu

Pada set kedua, Greysia/Apriyani mulai mengetahui kelemahan dari pasangan Jepang yaitu dengan menyerang Wakana yang tidak memiliki pertahanan sebaik Mayu. Akibatnya, Greysia/Apriyani sempat menahan imbang 5-5.

Namun pasangan Jepang pun tidak tinggal diam, mereka berusaha membuat situasi Greysia/Apriyani terus tertekan. Alhasil, Mayu/Wakana pun unggul jauh 17-13 berkat pertahanan kelas satu dari Mayu Matsutomo.

Greysia/Apriyani terus melakukan serangan demi serangan hingga titik darah penghabisan, namun apa daya Mayu/Wakana berhasil menyelesaikan set kedua dengan skor 21-17. 

Terus Ikuti Perkembangan Bulutangkis dan Berita Olahraga Lainnya Hanya di INDOSPORT

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%