Puasa Gelar 18 Tahun, Ini 3 Alasan Tunggal Putri Bisa Naik Podium Indonesia Open 2019

Sabtu, 29 Juni 2019 11:41 WIB
Penulis: Martini | Editor: Arum Kusuma Dewi
© Humas PBSI
Ruselli Hartawan, tunggal putri Indonesia. Copyright: © Humas PBSI
Ruselli Hartawan, tunggal putri Indonesia.
2. Hitung-Hitungan Peluang Gregoria Mariska

Sejauh ini hanya Gregoria Mariska Tunjung sebagai wakil Indonesia yang meraih peringkat tertinggi di sektor tunggal putri, yakni peringkat 13 dunia versi BWF. Pada pertandingan pertama, Gregoria akan menghadapi wakil Thailand, Pornpawee Chochuwong.

Melihat hasil draw tunggal putri Indonesia Open, sejumlah lawan berat yang berada satu line dengan Gregoria di antaranya adalah Tai Tzu Ying (unggulan 1), Akane Yamaguchi (unggulan 4), Ratchanok Intanon (unggulan 7), dan Saina Nehwal (unggulan 8).

Gregoria sudah pernah mencatatkan kemenangan dari salah satu lawan berat, Akane Yamaguchi, yakni di ajang Asian Games 2018 lalu. Bermain di kandang sendiri, bukan tidak mungkin jika atlet 19 tahun itu kembali menumbangkan sejumlah lawan berat yang menjadi penghalangnya meraih gelar Indonesia Open.

3. Menanti Kejutan Ruselli Hartawan dan Lyanny Mainaky

Kejutan juga bisa datang dari dua wakil tunggal putri lainnya di ajang Indonesia Open, yakni Ruselli Hartawan dan Lyanny Alessandra Mainaky. Meski peringkat keduanya berada di bawah Gregoria Mariska dan Fitriani, namun sejauh ini keduanya mampu memberi perlawanan di berbagai ajang dan turnamen internasional.

Ruselli Hartawan, misalnya, sepanjang tahun 2018-2019 sudah mencatatkan banyak pencapaian, seperti medali perunggu Asian Games 2018, Asia Team Championships 2018 di Malaysia, dan Asia Mixed Team Championships 2019 di Hongkong.

Sementara Lyanny Alessandra Mainaky, penerus dinasti Mainaky yang masih menyimpan banyak kejutan di dunia bulutangkis internasional, juga tengah dalam kondisi siap tampil di ajang Indonesia Open 2019.

4