Olahraga Difabel Kurang Populer, Ini Tanggapan Ratu Para Bulutangkis Indonesia

Minggu, 15 September 2019 18:35 WIB
Penulis: Shintya Maharani | Editor: Indra Citra Sena
© Instagram/Leani Ratri Oktila
Leani Ratri Oktila, atlet para bulutangkis Indonesia. Copyright: © Instagram/Leani Ratri Oktila
Leani Ratri Oktila, atlet para bulutangkis Indonesia.

INDOSPORT.COM - Secara gamblang, Leani Ratri Oktila sebagai atlet para bulutangkis mengatakan bahwa gegap gempitanya dan antusiasme masyarakat terhadap olahraga difabel masih kurang terasa.

Hal tersebut langsung Oktila, sapaannya, sampaikan secara eksklusif kepada INDOSPORT. Peraih dua medali emas sekaligus di Kejuaraan Dunia 2019 ini menuturkan bahwa masyarakat memang belum terlalu mengenal olahraga difabel.

"Jujur, Para Games (olahraga difabel) bagi masyarakat Indonesia masih kurang populer ya. Beda sama negara-negara lain, terlebih sebagian besar masyarakat juga belum tahu tentang para bulutangkis," tutur Oktila kepada redaksi berita olahraga INDOSPORT, Minggu (15/9/19).

Berbeda dengan pemerintah, Leani Ratri Oktila mengaku pemerintah kini sudah lebih perhatian dan mengapresiasi prestasi atlet-atlet olahraga difabel Indonesia.

"Tapi berbeda dengan pemerintah, Saya sangat mengucapkan terima kasih atas dukungan dan apresiasinya. Pemerintah sangat perhatian," ceritanya antusias.

Hal tersebut terbukti pada dirinya. Usai sukses mengharumkan nama Indonesia di Kejuaraan Dunia Para Bulutangkis 2019 dengan meraih tiga medali sekaligus, yakni dua emas satu perak, Oktila mendapatkan apresiasi sejumlah Rp586 juta dari Kemenpora RI.

Lebih lanjut, pasangan F. Mujiran dan Gina Oktila ini menganggap minimnya pemberitaan merupakan penyebab dari kurangnya antusias masyarakat kepada olahraga difabel. Bahkan, dengan mantap Oktila mengaku siap membantu mempublikasikan berita tentang olahraga difabel dan para bulutangkis.

"Ya wajar sih sepi karena menurut saya media di Indonesia kurang mempublikasikan tentang para atau olahraga difabel. Semoga saja ke depannya para bulutangkis bisa diapresiasi seperti pemain bulutangkis," harap Oktila.

"Kabari ya kalau ada berita tentang para bulutangkis atau para games, biar saya bantu publikasikan, hahaha," tutupnya sembari tertawa.

Sekadar informasi, sejarah olahraga difabel di tanah air sudah dimulai sejak lama. Tercatat, Indonesia sempat dipilih sebagai tuan rumah Far East and South Pacific Games fo the Disabled (FESPIC) Games IV pada 1986 di Surakarta, Jawa Tengah.

Lalu maju ke 32 tahun ke depan, tepatnya 2018, tahun di mana Asian Para Games Jakarta-Palembang sukses digelar. Kontingen Indonesia berhasil duduk di peringkat kelima dengan perolehan 37 emas, 47 perak, dan 51 perunggu.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%