Sepelekan Thomas Cup, PBSI-nya Malaysia Ingin Ubah Target di Tahun 2024

Minggu, 15 September 2019 12:35 WIB
Penulis: Edo Bramantio | Editor: Cosmas Bayu Agung Sadhewo
© Robertus Pudyanto/Getty Images
Trofi Thomas Cup Copyright: © Robertus Pudyanto/Getty Images
Trofi Thomas Cup

INDOSPORT.COM - Badminton Association of Malaysia (BAM), terkesan menyepelekan kejuaraan bulutangkis Thomas Cup pada 2024 mendatang.

Thomas Cup atau Piala Thomas adalah kejuaraan bulutangkis internasional untuk nomor beregu putra yang diadakan setiap dua tahun sekali. Pada kompetisi ini, Indonesia adalah negara yang paling sering keluar sebagai juara (13 kali) dan enam kali runner-up.

Sementara itu, di posisi kedua ada China yang telah juara sebanyak 10 kali dan dua kali runner-up. Di posisi ketiga, ada Malaysia yang baru lima kali juara, tapi sudah sembilan kali runner-up. Namun, juara bertahan saat ini adalah China, tepatnya pada 2018 yang lalu.

Melansir dari laman portal berita olahraga The Star, Datuk Kenny Goh yang merupakan ketua komite pelatihan BAM, punya rencana bahwa awalnya ia ingin wakil Malaysia untuk meraih posisi runner-up saja di Piala Thomas 2024. Namun, ia juga berkata bahwa rencananya itu bisa berubah.

"Perlu diketahui, ini masih dalam tahap proposal. Meskipun ini adalah rencana yang strategis untuk saat ini, tapi kami masih akan tetap menyempurnakannya setiap tahun. Tentu, kami ingin mendapat gelar juara di kompetisi manapun," ujar Kenny Goh.

"Jika anggota dewan BAM merasa bahwa kami perlu menetapkan target yang lebih tinggi lagi, ya akan kami lakukan. Kami akan membuat perubahan yang perlu agar bisa mewujudkan tujuan tersebut. Bahkan, jika kita butuh pelatih baru, kami akan mengusahakannya," lanjutnya.

"Untuk meningkatkan sepak terjang Malaysia di kancah bulutangkis, kami butuh dukungan dari setiap elemen dan masyarakat. Namun, lebih khusus lagi dari legenda pebulutangkis Malaysia. Karena, mereka akan memberikan saran yang tentunya akan membantu," pungkasnya.

Terakhir kali, Malaysia mampu memenangi kejuaraan bulutangkis Thomas Cup pada 1992, di mana mereka mengalahkan Indonesia dengan skor 3-2 di Kuala Lumpur. Sementara untuk posisi runner-up, mereka terakhir kali memperolehnya ketika 2014, saat kalah melawan Jepang dengan skor 2-3.

Meskipun ini merupakan sebuah target dari BAM, namun melihat dari komposisi atlet tunggal putra yang dimiliki oleh Malaysia saat ini masih tertinggal jauh.

Pasca Lee Chong Wei memutuskan untuk mundur dari dunia bulutangkis, tercatat hanya Lee Zii Jia saja yang menjadi tunggal terbaik Malaysia dengan menempati rangking 13 dunia.

Sementara ganda putra terbaik mereka yang juga peraih melai perak Olimpiade 2016, Goh V Shem dan Tan Wee Kiong berada di urutan 12.