Firasat Ketua PBSI Wiranto Sebelum Ditusuk? Pernah Bongkar Pejabat yang Terancam Dibunuh

Kamis, 10 Oktober 2019 15:05 WIB
Penulis: Arif Budi Setyanto | Editor: Cosmas Bayu Agung Sadhewo
© Donal Husni/NurPhoto via Getty Images
Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia, Wiranto, yang juga menjabat sebagai ketum PBSI. Copyright: © Donal Husni/NurPhoto via Getty Images
Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia, Wiranto, yang juga menjabat sebagai ketum PBSI.

INDOSPORT.COM - Ketua Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Wiranto dikabarkan ditusuk oleh orang tak dikenal. Sebelum insiden ini, Wiranto ternyata pernah membongkar ada pejabat yang terancam dibunuh.

Sebelumnya ramai beredar video serta foto mengenai kejadian penusukan Wiranto. Informasi yang didapat, saat kejadian tersebut Wiranto baru turun dari mobil dan hendak naik helikopter. Tiba-tiba ada seseorang yang menyerang dengan menggunakan pisau.

Jauh sebelum insiden penusukan ini, tepatnya pada 28 Mei 2019 lalu saat jumpa pers di Media Center Kemenkopolhukam, Wiranto menyebutkan ada empat pejabat negara, yakni dirinya sendiri, Luhut B Panjaitan (Menko Kemaritiman), Budi Gunawan (Kepala BIN), dan Gories Mere (Stafsus Presiden bidang intelijen dan keamanan) mendapat ancaman pembunuhan.

Selain itu, ada juga beberapa pejabat negara yang mendapatkan ancaman pembunuhan, tapi namanya tak disebutkan oleh Wiranto.

"Memang yang diancam tidak hanya empat orang, ada pejabat-pejabat lain yang juga diancam seperti yang saya alami. Tapi, saya kira, kita tidak perlu surut dengan ancaman itu," kata Wiranto saat itu, dikutip dari Antara.

Kala itu, publik sedang digemparkan dengan penangkapan dari Polri dan pihak intelejen yang berhasil meringkus enam tersangka pemilik senjata api, yaitu HK alias Iwan, AZ, IR, TJ, AD, dan seorang wanita berinisial AF alias Fifi.

Mereka merupakan kelompok ketiga yang sebelumnya disebut-sebut menunggangi aksi massa pada 21-22 Mei di Jakarta. Seluruhnya ditangkap secara estafet di wilayah Jakarta, Bogor, dan Bandara Soekarno-Hatta, pada 21 dan 24 Mei 2019.

Selain itu, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian juga mengungkapkan soal ancaman pembunuhan terhadap sejumlah pejabat negara itu. Dasar yang digunakan dalam pengungkapan ancaman pembunuhan itu adalah dari berita acara pemeriksaan terhadap para tersangka yang ditahan polisi.

"Dasar kami sebenarnya hanya BAP yang resmi. Hasil pemeriksaan para tersangka yang sudah kita tangkap. Jadi bukan informasi intelijen," kata Kapolri bersama Menkopolhukam, saat itu, dikutip dari Antara.

Sedangkan satu pemimpin lembaga survei yang juga menjadi target pembunuhan, Kapolri enggan menyebutkannya. Menurut Kapolri, setelah mendapatkan laporan adanya rencana pembunuhan kepada para tokoh nasional yang juga pejabat negara serta satu pimpinan lembaga survei, pihaknya langsung memberikan pengamanan dan pengawalan kepada yang bersangkutan.

Kini ancaman itu pun menjadi nyata dengan penusukan atas Wiranto di Pandeglang. pMenkopolhukam sekaligus Ketua PBSI itu kemudian langsung dilarikan ke IGD RSUD Berkah Pandeglang usai dikabarkan tertusuk.