Agus Dwi Santoso, Pelatih Bulutangkis Asal Indonesia yang Rajin Besarkan Pemain Top Asia

Sabtu, 1 Februari 2020 19:15 WIB
Penulis: Petrus Tomy Wijanarko | Editor: Arum Kusuma Dewi
© https://www.instagram.com/agus_d_santoso/
Agus Dwi Santoso, namanya tenar sebagai pelatih bulutangkis asal Indonesia yang mampu membesarkan sejumlah pemain top Asia. Copyright: © https://www.instagram.com/agus_d_santoso/
Agus Dwi Santoso, namanya tenar sebagai pelatih bulutangkis asal Indonesia yang mampu membesarkan sejumlah pemain top Asia.

INDOSPORT. COM - Agus Dwi Santoso, namanya tenar sebagai pelatih bulutangkis asal Indonesia yang mampu membesarkan sejumlah pemain top Asia.

Berbicara mengenai pelatih bulutangkis asal Indonesia, ada banyak sosok yang begitu melegenda, sebut saja Herry IP, Hendrawan, atau Rexy Mainaky. Namun dari sekian banyak tokoh, ada satu yang kerap terlupakan, padahal kualitasnya sungguhlah fenomenal, yaitu Agus Dwi Santoso.

Karier kepelatihan Agus Dwi Santoso di ranah bulutangkis sudah berlangsung sangat lama. Bahkan dahulu Agus Dwi Santoso pernah mengasuh Hendrawan, yang merupakan mantan pebulutangkis pelatnas Indonesia dan kini jadi pelatih untuk tunggal putra Malaysia.

Agus Dwi Santoso adalah pelatih yang berperan dalam keberhasilan Hendrawan meraih medali perak Olimpiade Sydney 2000. Momen kala melatih Hendrawan dulu, ternyata terpampang nyata di akun Instagram pribadi Agus Dwi Santoso.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Agus D Santoso (@agus_d_santoso) on

Namun kiprah Agus Dwi Santoso belakangan sudah menjauh dari atlet bulutangkis Indonesia. Setidaknya sejak 2016, Agus Dwi Santoso mulai berkelana ke negara-negara Asia.

Petualangan Agus Dwi Santoso dimulai dengan menangani sektor tunggal Korea Selatan. Tangan dingin Agus Dwi Santoso berhasil mengantarkan dua pebulutangkis Negeri Ginseng, Son Wan-ho dan Sung Ji-hyun, meraih prestasi di pentas internasional.

Son Wan-ho sempat meraih status runner-up di nomor tunggal putra Kejuaraan Bulutangkis 2017. Sementara Sung Ji-hyun secara beruntun menempati posisi runner-up untuk tunggal putri Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2017 dan 2018.

Puncak prestasi Agus Dwi Santoso bersama Korea Selatan terjadi pada ajang Piala Sudirman 2017 di Australia. Korea Selatan dibawa Agus Dwi Santoso meraih gelar juara setelah menang 3-2 atas China dalam laga final.

Usai Korea Selatan, Agus Dwi Santoso melanjutkan karier kepelatihan bulutangkis bersama Thailand pada awal 2019. Pelan tapi pasti, tangan dingin Agus Dwi Santoso juga berhasil menempa sektor tunggal Thailand untuk jadi lebih ganas lagi di pentas internasional.

Puncaknya pada gelaran Indonesia Open 2019, yang mana anak didik Agus Dwi Santoso, Kantaphon Wangcharoen, mampu melaju hingga semifinal. Tak sembarangan, ketenangan Kantaphon Wangcharoen sukses menyingkirkan Anthony Ginting di fase 16 besar Indonesia Open 2019.

Bahkan Kantaphon Wangcharoen juga mampu mengandaskan pebulutangkis China, Huang Yu Xiang di fase perempat final Indonesia Open 2019. Padahal sebelumnya, Huang Yu Xiang baru saja mengalahkan unggulan pertama Indonesia Open 2019, Kento Momota.

Selain Kantaphon Wangcharoen, Agus Dwi Santoso sebenarnya juga membesut beberapa pebulutangkis Thailand lainnya, yakni Khosit Phetpradab, Suppanyu Avihingsanon, Nipitphon Phuangphuapet, Busanan Ongbamrungphan, dan Nitchaon Jindapol.

Kesemua anak asuhnya itu ingin dibawa Agus Dwi Santoso untuk menembus ke pentas Olimpiade 2020.

Sayangnya, impian Agus Dwi Santoso untuk bulutangkis Thailand gagal terwujud. Tepat pada 1 Febuari 2020, atau hari ini, Agus Dwi Santoso telah remsi meninggalkan jabatannya selaku pelatih nomor tunggal bulutangkis Thailand.

Begitulah kurang lebih penjabaran soal kisah Agus Dwi Santoso, pelatih bulutangkis asal Indonesia yang mampu membesarkan pemain-pemain Asia. Patut dinanti, ke manakah karier Agus Dwi Santoso akan berlanjut setelah meninggalkan Thailand? 

IDS Emoticon Suka
Suka
50%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
50%