Sponsor Buat BWF Berharap Turnamen Super 1000 Tak Dibatalkan karena Corona

Selasa, 3 Maret 2020 07:31 WIB
Editor: Cosmas Bayu Agung Sadhewo
© bwfbadminton
Federasi Bulu Tangkis Internasional (BWF) mengalami dilema karena wabah virus corona. Copyright: © bwfbadminton
Federasi Bulu Tangkis Internasional (BWF) mengalami dilema karena wabah virus corona.

INDOSPORT.COM - Federasi Bulutangkis Internasional (BWF) mengalami dilema karena wabah virus corona. Pasalnya, BWF berharap turnamen World Tour Super 1000 masih bisa tetap digelar meski dibayangi penyebaran virus corona yang saat ini mulai merebak di berbagai negara di Asia dan Eropa.

Hal tersebut diutarakan oleh sekretaris Jenderal PP PBSI, Achmad Budiharto yang menyatakan BWF akan berusaha untuk tetap menggelar kejuaraan karena mereka cukup mempertimbangkan pihak sponsor dalam setiap penyelenggaran turnamennya.

"BWF berbeda dengan federasi cabang olahraga internasional lainnya. Mereka yang justru ngotot, minimal untuk World Tour Super 1000 tetap digelar Karena ini kaitannya dengan sponsor. Sementara Inggris kalau tidak jadi akan mengalami kerugian besar yang saya dengar," kata Budiharto dilansir dari Antara.

Seperti kita ketahui sebelumnya, beberapa turnamen bulutangkis terpaksa dibatalkan maupun ditunda sebagai bentuk antisipasi dari virus corona. Kejuaraan yang ditunda tersebut antara lain German Open dan Polish Open.

Kedua turnamen tersebut tidak digelar berdasarkan keputusan federasi bulutangkis Eropa yang tidak mau mengambil risiko akan penyebaran virus yang bernama resmi Covid-19 itu.

"Berdasarkan saran kesehatan dari Departemen Kesehatan Mulheim an der Ruhr dan pertimbangan lainnya, kami membatalkan kegiatan yang sudah dijadwalkan," tulis otoritas kota Jerman dikutip dari laman resmi BWF.

Di sisi lain, BWF selaku induk bulutangkis internasional hingga kini sama sekali tidak pernah membatalkan ataupun menunda sebuah turnamen termasuk All England 2020. Namun mereka menerima segala keputusan soal pembatalan ataupun penundaan tersebut dengan alasan menjaga keamanan dan kesehatan atlet, ofisial dan penggemar.

Sementara itu, terkait penyelenggaraan Indonesia Open, Budiharto mengaku masih akan berkonsultasi dengan pemerintah perihal anjuran yang harus diberikan.

"Sejauh ini memang belum ada larangan dari pemerintah. Untuk negara peserta pun belum ada anjuran tidak boleh dari mana," tambahnya.

"Kami sudah mengirimkan surat kepada Menpora, per hari ini untuk minta petunjuk. Karena Indonesia Open pesertanya dari luar negeri, begitu juga penontonnya. Kami tidak ingin nantinya seperti di Filipina kemarin, bisa digelar tapi tanpa penonton," tuturnya.

Sesuai dengan jadwal, kejuaraan bulutangkis level 1000 itu akan berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada 16-21 Juni. Para pebulutangkis terbaik dunia dari berbagai negara bakal unjuk kemampuan.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%