Media Vietnam Sebut Kevin/Marcus Takluk karena Strategi Parkir Bus Endo/Watanabe

Kamis, 19 Maret 2020 14:46 WIB
Penulis: Shella Aisiyah Diva | Editor: Isman Fadil
© Grafis: Indosport.com
Media Vietnam sebut kekalahan pasangan Kevin Sanjaya/Marcus Gideon dikarenakan pasangan Jepang menggunakan strategi ini di final All England 2020. Copyright: © Grafis: Indosport.com
Media Vietnam sebut kekalahan pasangan Kevin Sanjaya/Marcus Gideon dikarenakan pasangan Jepang menggunakan strategi ini di final All England 2020.

INDOSPORT.COM - Media Vietnam sebut kekalahan pasangan Kevin Sanjaya/Marcus Gideon dikarenakan pasangan Jepang menggunakan strategi ini di final All England 2020.

Menurut media Vietnam, khampha.vn, strategi parkir bus atau bertahan yang diterapkan oleh pasangan Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe berjalan dengan sukses di final All England 2020.

Pada pertandingan yang berlangsung Minggu (15/03/20) lalu di Arena Birmingham, Inggris, media Vietnam menyebut kalau pengalaman yang dimiliki oleh Hiroyuki Endo dan ketangkasan dari Yuta Watanabe sukses membuat pasangan Jepang tersebut menang di saat-saat penting.

© khampha.vn
Media Vietnam, Khampha, menyebut kekalahan Kevin/Marcus di final All England 2020 karena strategi bertahan dari Endo/Watanabe Copyright: khampha.vnMedia Vietnam, Khampha, menyebut kekalahan Kevin/Marcus di final All England 2020 karena strategi bertahan dari Endo/Watanabe

Selain itu, strategi yang sangat luar biasa dari pasangan Jepang tersebut sekali lagi berhasil membuat lawan-lawan mereka frustasi tak terkecuali pasangan Kevin/Marcus.

Tak hanya itu, strategi parkir bus yang diterapkan oleh pasangan Jepang tersebut berhasil membuat pasangan Kevin/Marcus kocar-kacir dan harus mengcover lapangan sana-sini.

Terlebih lagi, pemain badminton Yuta Watanabe juga tampil dengan begitu baik sehingga mereka akhirnya kembali berhasil mengalahkan pasangan peringkat satu dunia untuk kali enam.

Selain itu, untuk meraih gelar All England 2020 perdana mereka sebagai pasangan ganda putra. Tetapi, bagi Yuta Watanabe ini merupakan gelar All England keduanya setelah sebelumnya ia berhasil memenangkannya bersama Arisa Higashino.