Jawara Bertahan Malaysia Open yang Sangat Cinta Indonesia

Senin, 30 Maret 2020 17:27 WIB
Penulis: Shella Aisiyah Diva | Editor: Isman Fadil
© Herry Ibrahim/INDOSPORT
Inilah juara bertahan Malaysia Open 2015 asal Spanyol, Carolina Marin yang pernah menyatakan rasa cintanya kepada negara Indonesia. Copyright: © Herry Ibrahim/INDOSPORT
Inilah juara bertahan Malaysia Open 2015 asal Spanyol, Carolina Marin yang pernah menyatakan rasa cintanya kepada negara Indonesia.

INDOSPORT.COM - Inilah juara bertahan Malaysia Open 2015 asal Spanyol, Carolina Marin yang pernah menyatakan rasa cintanya kepada negara Indonesia.

Pebulutangkis Carolina Marin diketahui berhasil meraih gelar Malaysia Open pada tahun 2015 usai mengalahkan wakil China, Li Xuerui dalam pertandingan rubber game dengan skor 19–21, 21–19, 21–17.

Tetapi belum lama, mantan pebulutangkis nomor 1 dunia tersebut mengaku kalau dirinya sangat mencintai Indonesia dan selalu senang setiap kali bermain di hadapan pendukung Tanah Air seperti yang diungkapnya waktu turnamen Indonesia Masters bulan Januari lalu.

"Saya sangat suka bermain di Indonesia, saya cinta Indonesia, saya suka keramahan yang ada di Indonesia, saya juga memiliki banyak fans di sini dan para fans tersebut membuat saya merasa seperti berada di rumah sendiri," ujar Carolina Marin dalam konferensi pers.

Pebulutangkis Carolina Marin sendiri belum lama ini mengalami kegagalan di Kejuaraan All England 2020 dimana dirinya terhenti di babak semifinal dan di tengah wabah virus Corona, ia pun sedang mempersiapkan diri sambil berlatih fisik hingga turnamen bulutangkis internasional bisa kembali bergulir.

Pebulutangkis Carolina Marin kini menduduki peringkat ke-6 BWF dan urutan pertama BWF World Tour Finals 2020. Pada ajang All England lalu, atlet berusia 26 tahun itu berhasil melangkah sampai semifinal, sebelum dikalahkan wakil China Taipei, Tai Tzu Ying.

Turnamen Malaysia Open di edisi 2020 kali ini pun mengalami penundaan akibat wabah virus Corona yang saat ini sudah  mencapai 722.196 kasus dimana 33.976 kasus dinyatakan meninggal, dan 151.766 pasien telah dinyatakan sembuh serta sudah menginfeksi 199 negara di dunia per Senin (20/03/20) hari ini.