Serena Williams Sempat Depresi Saat Saudarinya Tewas Ditembak

Kamis, 7 Mei 2020 16:50 WIB
Editor:
© TPN/Getty Images
Ekspresi Serena Williams saat tertinggal dari Wang Qiang di babak ketiga Australia Terbuka 2020. Copyright: © TPN/Getty Images
Ekspresi Serena Williams saat tertinggal dari Wang Qiang di babak ketiga Australia Terbuka 2020.

INDOSPORT.COM - Kehilangan seseorang yang sangat dekat adalah pengalaman terburuk yang bisa dimiliki seseorang. Salah satu yang mengalami ini adalah bintang tenis AS, Serena Williams.

Serena Williams memiliki saudari tiri bernama Yetunde Price yang sangat dekat dengannya. Namun tragis, pada tahun 2003, Yetunde tewas ditembak oleh anggota geng. Peristiwa tersebut diakui Serena sebagai masa-masa terkelam dalam hidupnya.

“Itu adalah waktu yang sangat gelap bagi saya. Saya mengalami depresi. Saya bahkan tidak pernah membicarakannya dengan ibu. Tidak ada yang tahu bahwa saya sedang dalam terapi. Saya sangat dekat dengan saudara perempuan saya,” ungkap Serena.

Banyak dari kita tidak dapat membayangkan apa yang harus dilalui Serena. Namun peristiwa tersebut tak menghalanginya untuk mengejar prestasi.

Serena Williams bermain tenis terbaiknya meskipun mengalami kisah trauma yang mengubah hidupnya saat ini. Sekarang, Serena adalah juara Grand Slam 23 kali dan dianggap sebagai salah satu pemain tenis terhebat sepanjang masa.

Meskipun 23 gelar Grand Slam  sudah di tangan,benar-benar luar biasa, Serena masih mempunyai ambisi untuk mengalahkan rekor dengan gelar Grand Slam terbanyak.

Catatan ini saat ini dipegang oleh Margaret Court, yang memiliki 24 gelar Grand Slam atas namanya. Serena sangat dekat untuk mengalahkan rekor ini dan akan memiliki kesempatan untuk melakukannya ketika Tur WTA kembali pada bulan Juli.

Penulis: Hafiz Rizky Pratama