Next Gen Stars BWF Anders Antonsen, Calon Tunggal Putra Terbaik Dunia?

Selasa, 16 Juni 2020 13:30 WIB
Editor:
 Copyright:
Anders Antonsen Calon Tunggal Putra terbaik Dunia?

Dengan karier yang terus menanjak. Serta capaian yang telah didapatnya, tak salah memang jika BWF melabeli Anders Antonsen sebagai next gen stars atau bintang masa depan bulutangkis dunia.

Terlebih ketika akhirnya bisa meraih gelar juara di turnamen berlevel BWF World Tour, Indonesia Masters 2019, Anders Antonsen melakukannya dengan mengalahkan tunggal putra nomor satu dunia, Kento Momota.

Saat itu dengan usia yang baru 22 tahun, Anders Antonsen bisa mengalahkan Kento Momota yang dua tahun lebih tua darinya, lewat pertarungan tiga set 21–16, 14–21, 21–16.

Keberhasilan mengalahkan Kento Momota itu jugalah yang rasanya bisa menjadi tolok ukur jelas bahwa kualitas Anders Antonsen sudah sangat bisa disejajarkan sebagai salah satu pebulutangkis terbaik dunia saat ini. Anders Antonsen memang sudah menjadi pebulutangkis tunggal putra ranking tiga dunia saat ini.

Dengan apa yang ditorehkannya dan juga peringkatnya saat ini, jika melihat secara singkat maka sangat mungkin pula Anders Antonsen kelak menjadi tunggal putra terbaik dunia.

Alasan paling mudah adalah karena jika dibanding dua tunggal putra berperingkat di atasnya, usia Anders Antonsen adalah yang paling muda. Kento Momota lebih tua dua tahun di atasnya, sementara Chou Tien Chen lebih jauh lagi, dalam usia 30 tahun saat ini.

Dengan usia tersebut, maka minimal Anders Antonsen kemungkinan akan bersaing secara ketat dengan Kento Momota untuk menjadi yang terbaik di dunia ke depannya, saat Chou Tien Chen mulai termakan usia dan akhirnya pensiun.

Jika merujuk pada usia, sebenarnya memang masih ada dua tunggal putra Indonesia Anthony Ginting (23 tahun) dan Jonatan Christie (22 tahun) yang bisa menjadi pesaing Anders Antonsen, juga Kento Momota.

Secara jumlah gelar di turnamen level BWF World Tour keduanya pun sedikit lebih baik dari Anders Antonsen. Anthony Ginting sudah memiliki tiga kali gelar juara dan Jonatan Christie dua kali juara.

Namun memang tanpa mengecilkan kualitas dua tunggal putra Indonesia itu, pada akhirnya Anders Antonsen layak diunggulkan dengan konsistensi permainan yang lebih terjaga.

Itu tercermin dalam perbandingan jumlah kemenangan dan kekalahan yang cukup jauh. Yakni dengan total 204 kemenangannya, Anders Antonsen hanya kalah sebanyak 64 kali.

Bandingkan misalnya dengan Anthony Ginting, yang sudah kalah 106 kali di saat hanya menang sebanyak 187 kali. Begitupun dengan Jonatan Christie yang mengoleksi 213 kemenangan dan sudah kalah 106 kali.

Jadi dengan label sebagai next gen stars dari BWF, tak mengejutkan jika nantinya Anders Antonsen jadi tunggal putra bulutangkis terbaik dunia dalam beberapa tahun ke depan. Meski untuk menuju ke sana jalan yang harus dilalui masih sangat panjang dan juga pasti penuh rintangan.