Pemain Thailand Mundur Berjamaah dari Denmark Open dan Denmark Masters

Sabtu, 5 September 2020 21:08 WIB
Penulis: Shella Aisiyah Diva | Editor: Arum Kusuma Dewi
© Robertus Pudyanto/Getty Images
Para pebulutangkis Thailand putuskan mundur berjamaah dari Denmark Open dan Denmark Masters 2020 karena masih takut dengan bahaya virus Corona. Copyright: © Robertus Pudyanto/Getty Images
Para pebulutangkis Thailand putuskan mundur berjamaah dari Denmark Open dan Denmark Masters 2020 karena masih takut dengan bahaya virus Corona.

INDOSPORT.COM - Para pebulutangkis Thailand putuskan mundur berjamaah dari Denmark Open dan Denmark Masters 2020 karena masih takut dengan bahaya virus Corona.

Beberapa waktu lalu, Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) diketahui membuat pengumuman resmi kalau mereka akan tetap menggelar kompetisi Piala Thomas - Uber 2020 pada 3 - 11 Oktober di Aarhus, Denmark.

Tetapi tak hanya kompetisi itu saja yang akan diselenggarakan. Ada dua turnamen bulutangkis lainnya yakni Denmark Open dan Denmark Masters yang akan digelar dua minggu berturut-turut setelah turnamen Piala Thomas - Uber 2020 selesai digelar.

Dengan keputusan BWF itu, dilaporkan oleh situs olahraga badmintonthaitoday.com, ada banyak pebubulutangkis Thailand yang memutuskan mundur berjamaah dari gelaran Denmark Open dan Denmark Masters.

Adapun pemain-pemain Thailand yang memutuskan mundur dari Denmark Open dan Denmark Masters di antaranya yaitu Kunlavut Vitidsarn, Phittayaporn Chaiwan, Pornpawee Chochuwong, Ratchanok Intanon, Puttita Supajirakul, Sapsiree Taerattanachai, Supak Jomkoh, Supissara Paewsampran dan Dechapol Puavaranukroh.

Alasan para atlet bulutangkis Thailand itu mundur dari Denmark Open dan Denmark Masters lantaran masih takut dengan bahaya virus Corona dan masih mengharuskan mereka untuk melakukan karantina selama 14 hari lamanya.

Dengan banyaknya pebulutangkis yang memutuskan mundur dari Denmark Open dan Denmark Masters, Asosiasi Bulutangkis Thailand (BAT) masih belum pasti apakah akan tetap mengirimkan tim untuk berlaga di Piala Thomas - Uber 2020.

Sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari BAT terkait sikap mereka apakah akan tetap ikut serta di Piala Thomas - Uber 2020 atau malah sebaliknya memutuskan mundur seperti yang dilakukan oleh Chinese Taipei sebelumnya.

Jika pada akhirnya Thiland memutuskan untuk mundur dari Piala Thomas - Uber 2020, maka secara otomatis sudah ada dua negara yang resmi tidak akan ikut serta di kompetisi Piala Supremasi tersebut.