5 Fakta Denmark Open 2020: Rekor Kevin/Marcus Terhenti dan Pembuktian Carolina Marin

Rabu, 14 Oktober 2020 09:03 WIB
Editor: Arum Kusuma Dewi
© Humas PBSI
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo meraih kemenangan 21-14 dan 21-13 atas Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan di Denmark Open 2019. Copyright: © Humas PBSI
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo meraih kemenangan 21-14 dan 21-13 atas Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan di Denmark Open 2019.

INDOSPORT.COM – Para pencinta olahraga tepok bulu akhirnya bisa kembali melihat aksi-aksi para pebulutangkis top dunia di turnamen Denmark Open 2020. Meski tak diikuti oleh banyak pemain kelas atas dari beberapa negara, setidaknya turnamen ini bisa mengobat rasa kangen para Badminton Lovers.

Denmark Open 2020 menjadi turnamen bulutangkis pertama yang diadakan setelah masa jeda tujuh bulan akibat pandemi virus corona. Turnamen Super 750 ini diadakan di Odense Sports Park, mulai tanggal 13 hingga 18 Oktober mendatang.

Para peserta memperebutkan total hadiah mencapai 750 ribu dolar AS atau sekitar 11 miliar rupiah. Sang pemenang sendiri akan membawa pulang hadiah nominal sebesar 11 ribu dolar AS (sekitar 163 juta rupiah).

Sebelum kembali menikmati jalannya pertandingan pukul 14.00 WIB nanti, berikut INDOSPORT hadirkan sederet fakta dan data menarik yang terjadi selama gelaran Denmark Open berlangsung.

Negara Tersukses

Tuan rumah Denmark menjadi negara tersukses dalam turnamen yang sudah diadakan sejak 1935 ini. Negara Nordik tersebut total mengoleksi 136 gelar dari lima sektor.

Namun tuan rumah tercatat tidak pernah melakukan sapu bersih sejak 1955. Hanya China menjadi negara terakhir yang melakukannya pada 2014, kala Chen Long, Li Xuerui, Fu Haifeng/Zhang Nan, Wang Xiaoli/Yu Yang, dan Xu Chen/Ma Jin berakhir di podium tertinggi.

Kemudian Denmark mulai mengalami dahaga juara setelah terakhir kali pebulutangkis tuan rumah menjadi pemenang pada 2016 lalu, yakni melalui pasangan ganda campuran Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen.