Tolak Maju Jadi Calon Ketum PBSI, Ini Alasan Moeldoko

Jumat, 23 Oktober 2020 18:48 WIB
Penulis: Shella Aisiyah Diva | Editor:
© Da Yerrimon/Indosport
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko membeberkan alasan mengapa dirinya menolak maju menjadi calon Ketua Umum PBSI. Copyright: © Da Yerrimon/Indosport
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko membeberkan alasan mengapa dirinya menolak maju menjadi calon Ketua Umum PBSI.

INDOSPORT.COM - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko membeberkan alasan mengapa dirinya menolak maju menjadi calon Ketua Umum PBSI.

Diketahui pada September 2020 lalu, belasan legenda bulutangkis Indonesia melakukan pertemuan dengan Moeldoko untuk meminang Kepala Staf Kepresidenan menjadi Ketua Umum Baru PBSI menggantikan Wiranto yang masa jabatannya berkhir pada Oktober ini.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh setidaknya 18 orang legenda bulutangkis Indonesia mulai dari Liem Swie King, Eddy Hartono, Lius Pongoh, Ivanna Lie, Liliyana Natsir, Christian Hadinata, dan Yuni Kartika.

Ke-18 legenda bulutangkis Indonesia tersebut diketahui telah mengusulkan nama Moeldoko sebagai Ketua Umum PBSI yang baru karena diyakini memiliki visi kuat untuk meningkatkan prestasi bulutangkis Indonesia semakin berjaya.

Namun rupanya pinangan dari legenda-legenda buluangkis Indonesia tidak bisa direalisasikan oleh Moeldoko karena dirinya menyatakan tugas yang saaat ini dimilikinya sudah sangat padat.

"Saya tidak mencalonkan (Ketum PBSI). Banyak tugas yang semakin padat," ujar Moeldoko dikutip dari situs Antara.

Musyawarah Nasional (Munas) Ketua Umum PP PBSI periode 2020-2024 diketahui akan segera dilangsungkan pada 5-6 November di salah satu hotel yang ada di Jakarta.

Dengan mundurnya Moeldoko, maka bursa calon Ketua Umum PBSI periode 2020-2024 tinggal menyisakan beberapa nama, yakni Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna dan Ketua Pengprov PBSI Banten Ari Wibowo.

Di masa kepemimpinan Wiranto, prestasi bulutangkis Indonesia bertumpu pada sektor ganda putra dengan diikuti oleh kebangkitan dari ganda campuran selepas ditinggal oleh Liliyana Natsir.