Amelia Widya Pamit dari PBSI, Para Atlet Bulutangkis Sedih

Jumat, 1 Januari 2021 15:16 WIB
Penulis: Katarina Erlita Cadrasari | Editor:
 Copyright:

INDOSPORT.COM - Jurnalis, Amelia Widya memutuskan untuk pamit dari PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia). Keputusan itu membuat sejumlah atlet bulutangkis merasa sedih.

Hal itu diungkapkan oleh Amelia Widya dalam sebuah postingan di media sosial Instagram yang diunggah pada, Kamis (31/12/20).

"31 Desember 2020, hari terakhir di tahun ini. Sekaligus jadi hari terakhirku di rumah keduaku, Ciumbrella ku sayang, akhirnya setelah hampir satu dekade, kita terpisahkan juga. Well, I’m not good at saying goodbye," tulis wanita yang akrab disapa Mba Wid itu.

"I never thought the day is coming. So, nggak tau mau nulis apa juga. Nggak pernah se-kehabisan kata-kata gini saat nulis tentang badminton. I feel numb, but time will heal. Goodbye 2020, goodbye PBSI, hopefully I will never, never ever say goodbye to badminton. The pride of our nation. Forever," pungkasnya.

Sudah hampir satu dekade Amelia Widya bekerja sebagai jurnalis PBSI. Profesinya bisa dibilang sebagai penyambung lidah para atlet. Pasalya ia selalu mengabarkan soal komentar dan aksi para atlet bulutangkis di setiap turnamen bulutangkis.

Sontak keputusan Amelia Widya untuk menyudahi kariernya sebagai jurnalis PBSI membuat pebulutangkis Indonesia bersedih.

"Mba wid ku," tulis Melati Daeva Oktavianti dengan membubuhkan emoji menangis. "Terimakasih mba wid !!! Meskipun ngeselin tapi ttep lu paling kocakkkk... selalu sukses," tulis Fajar Alfian.

"Thank u b' @ameliawidy sudah selalu support kita-kita semua.. sukses selalu," tulis Gloria Emanuelle Widjaja. "Thank you Mba Wid! it is what it is :(," tulis Gregoria Mariska.

Tak cuma para atlet, istri Hendra Setiawan yang bernama Sandiani Arief pun ikut merasa sedih. "kok sedih ya.. Makasih banyak mbak wid buat semuanya," tulis wanita yang akrab disapa Sansan tersebut.

Meskipun sudah tidak lagi menjadi jurnalis PBSI, Amelia Widya mengaku akan tetap mencintai dunia bulutangkis.