Ke Final Thailand Open, Kisah Ganda Putra Malaysia Nyaris Jatuh Miskin Disorot BWF

Sabtu, 16 Januari 2021 21:29 WIB
Penulis: Ade Gusti | Editor:
© Reuters
Goh V Shem/Tan Wee Kiong meraih medali Olimpiade Rio 2016. Copyright: © Reuters
Goh V Shem/Tan Wee Kiong meraih medali Olimpiade Rio 2016.

INDOSPORT.COM – Keberhasilan ganda putra Malaysia, Goh V Shem/Tan Wee Kiong, menjadi sorotan BWF. Pasalnya, pasangan independen sempat mengalami masa-masa sulit hingga jatuh miskin sebelum berhasil mencapai final Yonex Thailand Open 2021.

Seperti diketahui, Goh V Shem/Tan Wee Kiong, menjadi satu-satunya harapan Malaysia di dalam memenangkan gelar juara di ajang Thailand Open yang berlangsung di  Impact Arena, Bangkok.

Berbekal pengalaman dan mental baja, Goh/Tan berhasil mencapai babak final usai menaklukkan pasangan 19 tahun dari Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin secara straight game, 19-21, 10-21, Sabtu (16/01/21).

Perjuangannya untuk mencapai partai puncak turnamen pertama Asian Leg ini rupanya menarik perhatian BWF. Pasalnya, ini menjadi final Worlt Tour Super 1000 pertama yang dicapai pasangan itu sejak empat tahun lalu, di Dubai World Superseries Finals pada 2016.

Diketahui, Goh/Tan hanya berhasil tampil di tiga final BWF World Tour Finals 300, sejak mereka melepas status sebagai pemain nasional dan beralih ke jalur independen beberapa tahun lalu.

BWF, melalui situs resminya lantas menekankan bahwa pencapaian Goh/Tan di final Yonex Thailand Open, memiliki makna yang besar. Bukan hanya karena status mereka sebagai pemain independen, namun juga membantu memperbaiki status perekonomian mereka.

“Tahun lalu sangat sulit, pendapatan kami nol. Kami harus menjaga diri dan keluarga, pertanyaannya bagaimana mengaturnya,” kata Goh.

Hal ini juga dibenarkan oleh Tan, bahwa pasangan peraih medali perak Olimpiade  Rio 2016 itu harus menangani banyak hal sendiri mengingat statusnya sebagai pemain independen. Untungnya, ada sponsor yang terus mendukung aktivitas mereka.  

“Syukurlah sponsor kami terus mendukung kami, terutama Yonex dan Top Glove. Tidak mudah bagi pemain independen, tidak hanya kami, tetapi juga Teo (Ee Yi), Ong (Yew Sin), Chan (Peng Soon,) dan Goh (Liu Ying)… Setidaknya kami berhasil mempelajari sesuatu, dalam situasi ini,” ujar Tan.

Goh/Tan, sejak pandemi virus corona menghantam setahun belakangan, rupanya sudah terlilit dengan masalah pendapatan yang menipis. Namun, final Thailand Open membuka peluang mereka mendapatkan pemasukan hingga mencapai 74 juta dolar AS.

Artinya, hadiah sebesar itu bisa membantu Goh/Tan memperbaiki situasi ekonominya dan keluarga, sekaligus membiayai mereka untuk bisa tampil di turnamen-turnamen BWF berikutnya. 

Nah, di babak final nanti, Goh/Tan akan berhadapan dengan pasangan dari Chinese Taipei, Lee Yang/Wang Chi-Lin, di mana laga ini akan digelar besok Minggu (17/01/21).

IDS Emoticon Suka
Suka
5%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
11%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
5%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
16%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
11%
IDS Emoticon Marah
Marah
53%