3 Pasangan Ganda Campuran Indonesia Ambruk di Swiss Open, Nova Widianto Beri Evaluasi

Senin, 8 Maret 2021 16:17 WIB
Penulis: Katarina Erlita Cadrasari | Editor:
© HUMAS PBSI
Nova Widianto di ajang China Open 2016. Copyright: © HUMAS PBSI
Nova Widianto di ajang China Open 2016.

INDOSPORT.COM - Asisten pelatih ganda campuran Indonesia, Nova Widianto memberikan evaluasi setelah melihat performa tiga pasangan ganda campuran Indonesia di Swiss Open 2021.

Nova Widianto ikut mendampingi langsung perjuangan pasangan ganda campuran Indonesia saat bertanding di Basel, Swiss. Menurut Nova, hasil yang ditorehkan oleh Rinov/Pitha dkk masih jauh dari harapan.

"Rinov/Pitha secara main sudah benar, tapi saat posisi unggul atau imbang, mereka malah banyak membuang poin dari servis. Banyak juga bola-bola yang tidak seharusnya mati," ujar asisten pelatih asal Klaten tersebut dalam rilis yang diterima INDOSPORT.

"Dari situ, mereka langsung blank. Pola permainannya jadi berubah. Rinov sendiri belum bisa mengontrol antara ketenangan dan kecepatan kaki. Dia sendiri menyadari hal itu, tapi belum bisa mengatasinya," sambungnya lagi.

Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari menjadi satu-satunya pasangan ganda campuran Indonesia yang mampu melangkah hingga babak kedua di Swiss Open 2021.

Sementara itu, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja dan Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso langsung keok di babak pertama.

Sayangnya langkah Rinov/Pitha dihentikan oleh pasangan ganda campuran India, Satwiksairaj Rankireddy/Ashwini Ponnappa dengan skor 18-21, 16-21.

"Untuk Hafiz/Gloria, hasilnya memang jauh dari yang kami harapkan. Tidak ada masalah apa-apa, murni karena performa mereka di lapangan yang tidak berani melakukan pola permainan seperti yang kami instruksikan," kata Nova Widianto.

"Mereka cenderung bermain dengan pola yang membuat musuh lebih enak untuk mendapat poin. Permainan mereka terlalu gampang diantisipasi lawan dan mereka tidak berani berubah."

"Kalau Adnan/Mychelle, saya mendapat evaluasi dari Aryono yang mendampingi di lapangan. Lawannya memang unggulan kelima, tapi mereka banyak mati sendiri saat bola mudah," sambungnya lagi.