Indonesia Dipaksa Mundur dari All England, Dubes RI di London Turun Tangan

Kamis, 18 Maret 2021 13:35 WIB
Penulis: Ade Gusti | Editor:
© [email protected]#desrapercaya
Kedubes RI untuk London, Desra Percaya. Copyright: © Instagram@#desrapercaya
Kedubes RI untuk London, Desra Percaya.

INDOSPORT.COM – Pihak kedutaan besar Republik Indonesia untuk Inggris sangat kecewa dan bersedia turun tangan memperjuangkan nasib Indonesia yang dipaksa mundur dari All England 2021.

Ditemukannya satu orang penumpang positif corona pada penerbangan yang ditumpangi Indonesia dari Istanbul menuju Birmingham pada Sabtu (13/3/21), membuat  20 orang dari 24 total utusan PBSI mendapat email untuk melakukan isolasi mandiri selama 10 hari.

Seluruh tim Indonesia kemudian terpaksa mundur dari turnamen Yonex All England 2021 dan tidak dapat melanjutkan pertandingan yang berlangsung di Arena Birmingham pada 17-21 Maret 2021 tersebut.

Hal ini rupanya sampai di telinga Desra Percaya, selaku Duta Besar RI untuk Inggris. Desra bahkan berencana mengontak Dubes Inggris di Jakarta, Owen Jenkins, untuk menuntut keadilan bagi tim Merah Putih.

“Tentu saja kami marah, tidak happy, dan kecewa ya mendengar ini,”tutur Desra Percaya, seperti dilansir dari CNNIndonesia.com, Kamis (18/03/21).

“Saya sudah kontak Dubes Inggris di Jakarta karena saat ini masih dini hari di Inggris. Saya meminta Dubes Owen Jenkins untuk melakukan yang terbaik memastikan tidak ada perlakuan diskriminatif dan unfair treatment kepada tim Indonesia,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Desra juga menegaskan bahwa pihak Kedubes RI di London akan melakukan pendekatan kepada otoritas Inggris dan Federasi Badminton Dunia (BWF) untuk meminta klarifikasi terkait nasib Marcus Gideon/Kevin Sanjaya dkk di All England 2021.

"Kami ingin memastikan tidak ada perlakukan diskriminatif dan unfair treatment kepada atlet Indonesia," kata Desra.

Sejauh ini, Kedubes RI di London juga sudah menjalin komunikasi dengan manajer tim Indonesia, termasuk Ricky Soebagdja, Menpora, hingga Menteri Luar Negeri Retno Marsudi terkait masalah ini.