Curhat Greysia Polii di Ganda Putri: Minim Prestasi, Keluarga Tak Merestui

Minggu, 22 Agustus 2021 13:05 WIB
Penulis: Martini | Editor: Herry Ibrahim
© NOC Indonesia
Greysia Polii/Apriyani Rahayu, peraih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020. Copyright: © NOC Indonesia
Greysia Polii/Apriyani Rahayu, peraih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020.

INDOSPORT.COM - Usai kembali ke Pelatnas dan bersilaturahmi dengan petinggi PP PBSI, Greysia Polii lantas mengungkapkan curahan hatinya setelah terjun di sektor ganda putri.

Sebagaimana diketahui, pasangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu berhasil menyabet medali emas cabang olahraga bulutangkis sektor ganda putri, di Olimpiade Tokyo 2020.

Tak hanya sekedar menyabet medali emas satu-satunya untuk Indonesia, Greysia dan Apriyani juga memecahkan rekor ganda putri yang belum pernah meraih emas Olimpiade.

Alhasil, apresiasi berupa hadiah dari pihak pemerintah dan swasta pun berdatangan, termasuk hujan bonus dari sponsor PBSI, yakni BNI, Kapal Api Group, dan lain-lain.

Pemberian apresiasi dari sponsor PBSI kepada digelar di Pelatnas PBSI Cipayung, Rabu (18/08) lalu. Pada kesempatan itu, Greysia Polii curhat mengenai kiprahnya.

Menurut Greysia, ia tertantang untuk meraih medali olimpiade pertama dari sektor ganda putri. Namun, karena sektor ini diakui minim prestasi, keluarganya sempat tak merestui.

"Waktu saya umur 13 tahun, saya tahu tim bulutangkis Indonesia punya kekosongan di sejarah Olimpiade, yaitu di ganda putri," ucap Greysia Polii di depan para petinggi PBSI.

"Saya ingin memilih ganda putri sebagai jalan hidup saya, karir saya, walaupun pada saat itu kita bisa melihat China dan Korea yang begitu luar biasa," lanjut Greysia Polii.

"Keluarga saya juga sempat meragukan, tapi saya tetap yakin dan saya tetap jalan dengan panggilan itu," ucap atlet 34 tahun tersebut.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%