Verawati Fajrin/Yanti Kusmiati, Duet Mini-Maksi yang Gemilang di Piala Sudirman 1989

Kamis, 23 September 2021 10:45 WIB
Penulis: Miranti | Editor: Prio Hari Kristanto
© djarumbadminton
Tim Uber Cup Indonesia 1988: Verawaty Fajrin (berdiri, keempat dari kanan) dan Yanti Kusmiati (jongkok, kiri) (Foto: Dok. Tangkas: 67 Tahun Berkomitmen Mencetak Jawara Bulu Tangkis) Copyright: © djarumbadminton
Tim Uber Cup Indonesia 1988: Verawaty Fajrin (berdiri, keempat dari kanan) dan Yanti Kusmiati (jongkok, kiri) (Foto: Dok. Tangkas: 67 Tahun Berkomitmen Mencetak Jawara Bulu Tangkis)

INDOSPORT.COM – Sebelum ada julukan The Minions dari pencinta bulutangkis masa kini, dahulu Indonesia pernah punya duet Mini-Maksi pasangan Verawaty Fajrin/Yanto Kusmiati.

Jika Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon diberikan julukan "The Minnions" karena berpostur tidak terlalu tinggi dan sangat lincah, alasan yang tak jauh berbeda diberikan kepada duo "Mini-Maksi".

Melansir Djarum Badminton, julukan tersebut disematkan kepada legenda bulutangkis ganda putri Verawaty Fajrin/Yanti Kusmiati. Ada alasan menarik di balik pemberian julukan tersebut.

"Mereka mendapat julukan pasangan Mini-Maksi karena perawakan Yanti yang kecil mungil dan postur tubuh Vera yang menjulang," demikian mengutip buku "Tangkas: 67 Tahun Berkomitmen Mencetak Jawara Bulu Tangkis".

Gelar terakhir yang didapat Mini Maksi adalah Kejuaraan Asia tahun 1988. Keduanya juga meraih gelar saat turun sebagai andalan ganda putri di  Indonesia Open tahun 1988, di Jakarta.

Menyambut perhelatan akbar Piala Sudirman edisi ke 17, tak puas rasanya jika tak membahas gemilangnya duo Mini Maksi dan kawan-kawan hingga merebut Piala Sudirman 1989.

Saat itu Tim Indonesia tampil gemilang dan perkasa di babak penyisihan grup 1 untuk menumbangkan Korea Selatan 4-1, dan Inggris 5-0.

Duo Mini Maksi yang turun di semifinal menghadapi Denmark pun sukses mengemban misi dengan menumbangkan Dorte Kjaer/Lotte Olsen dengan skor 15-11, 15-11.

Pada akhirnya Indonesia berhak ke final setelah menang 3-0 atas kemenangan lain yang didapat Eddy Hartono/Rudy Gunawan, serta Eddy Kurniawan.

Sayangnya, Duo Mini Maksi gagal menyumbang poin saat menghadapi pasangan Korea Selatan, Hwang Hye-young/Chang Myung-hee, di partai puncak . Mereka kalah dengan skor 12-15, 6-15.

Kendati begitu, pencapaian Mini Maksi sejak awal babak penyisihan grup terbilang sangat gemilang. Mereka menjadi salah satu ganda paling ditakuti di dunia, dan termasuk yang sering menyumbang poin untuk Indonesia.

Hingga akhirnya nama duo Mini Maksi tersemat sebagai pengantar kesuksesan Tim Sudirman 1989 yang kala itu berhasil mengalahkan Korea Selatan dengan skor 3-2.