Coreng Muka China di Piala Sudirman, Shi Yuqi Gagal Jadi Penerus Lin Dan dan Chen Long

Jumat, 1 Oktober 2021 12:19 WIB
Penulis: Ade Gusti | Editor:
© Shi Tang/Getty Images
Pebulutangkis tunggal putra China, Shi Yuqi tersingkir oleh rekan senegaranya Lu Guangzu di babak pertama China Open 2019, Rabu (18/9/19). Copyright: © Shi Tang/Getty Images
Pebulutangkis tunggal putra China, Shi Yuqi tersingkir oleh rekan senegaranya Lu Guangzu di babak pertama China Open 2019, Rabu (18/9/19).

INDOSPORT.COM – Tunggal putra bulutangkis Shi Yuqi dianggap gagal meneruskan dominasi Lin Dan dan Chen Long  setelah mencoreng muka China di Piala Sudirman 2021.

China yang berstatus unggulan pertama di Piala Sudirman harus mengakhiri fase turnamen dengan sedikit menahan malu.

Setelah menyapu bersih dua partai dengan kemenangan sempurna (5-0) melawan Finlandia dan India, China mengakhiri fase grup dengan hanya menang tipis 3-2 melawan Thailand.

Dua kekalahan melawan Thailand dialami China setelah tunggal putra no.10 dunia Shi Yuqi dibungkam Kunvalut Vitidsarn dengan skor 17-21, 17-21.

China juga kehilangan satu poin di ganda putra melalui He Jiting/Tan Qiang, namun tiga wakilnya, Chen Yufei (tunggal putri), Chen Qingchen/Jia Yifan (ganda putri,  dan Wang Yilyu/Huang Dongping (ganda campuran) menang di laga masing-asing.

Kekalahan Shi Yuqi di fase grup Piala Sudirman tersebut membuat China tercoreng muka. Pasalnya,  China berstatus juara bertahan dan telah mendominasi kompetisi dengan 11 trofi dalam sejarahnya.

Dilansir dari The Star, legenda bulutangkis Malaysia, Ong Ewe Hock, menganggap kekalahan Shi Yuqi sebagai bukti China belum berhasil meregenerasi pemain setelah ditinggal senior sekaligus papan atas.

Khususnya Shi Yuqi, sang pemain belum benar-benar memenuhi statusnya sebagai pemain top dunia meneruskan jejak seniornya Lin Dan dan Chen Long.

Sejak memenangkan All England 2018, pemain berusia 25 tahun itu belum merebut gelar utama. Dia juga kalah dari Kento Momota di final Kejuaraan Dunia 2018.

Parahnya, Shi Yuwi bahkan belum memenangkan gelar Open sejak SwissOpen 2019. Performanya dinilai menurun dengan cepat karena cedera pergelangan kaki yang sempat dialaminya.

Anehnya, belum ada pemain tunggal putra China lain yang lebih baik dari Shi Yuwi. Ini termasuk Lu Guangzu dan Huang Yuxiang, yang peringkat dunianya masih di posisi 27 dan 29.

“Sangat disayangkan bahwa pandemi telah mempengaruhi kemajuan pemain junior. Kebanyakan dari mereka berperingkat rendah, sehingga tidak mampu bersaing di turnamen yang lebih besar,” kata Ewe Hock.

“Dan China tidak mengirim junior mereka ke turnamen berperingkat lebih rendah seperti kebanyakan dari kami (Malaysia)… jadi kami tidak benar-benar bisa melihat kebangkitan pemain junior mereka,” sambungnya.