Indonesia Dapat Sanksi dari Badan Anti Doping Dunia, Apa Respons BWF?

Jumat, 8 Oktober 2021 18:19 WIB
Penulis: Petrus Manus Da' Yerimon | Editor: Isman Fadil
© Humas PBSI
Tim bulutangkis Indonesia tengah latihan di ruangan sempit jelang Thomas Uber 2020 di Aarhus, Denmark. Copyright: © Humas PBSI
Tim bulutangkis Indonesia tengah latihan di ruangan sempit jelang Thomas Uber 2020 di Aarhus, Denmark.

INDOSPORT.COM - PBSI memastikan tiga turnamen internasional di Bali pada November-Desember berjalan sesuai jadwal. Kepastian itu didapat setelah PBSI berkoordinasi dengan Federasi Bulutangkis Dunia (BWF).

Kabid Luar Negeri PP PBSI, Bambang Roedyanto menjelaskan langsung berkoordinasi dengan BWF setelah muncul pemberitaan bahwa Indonesia terancam sanksi WADA akibat tak patuhnya dalam prosedur antidoping. 

"Turnamen di Bali nanti dipastikan tidak ada masalah. Bisa berlangsung sesuai jadwal. Tiga turnamen bulutangkis internasional itu tetap bisa digelar," tutur Kabid Luar Negeri PP PBSI, Bambang Roedyanto.

Tiga turnamen internasional tersebut adalah, Indonesia Masters yang bakal digelar pada 16-21 November, Indonesia Open (23-28 November) dan ditutup dengan BWF World Tour Finals (1-5 Desember). 

Menurut Roedy, penggunaan nama 'Indonesia' di tiga ajang kelas dunia yang bakal berlangsung November nanti di Bali, tetap diizinkan oleh BWF. Alasannya, ajang ini sudah lama masuk dalam kalender BWF.