Audisi Umum PB Djarum 2022 Segera Digelar, Mencari Juara Bulutangkis Masa Depan Indonesia

Rabu, 10 Agustus 2022 19:35 WIB
Penulis: Zainal Hasan | Editor: Herry Ibrahim
© PB Djarum
PB Djarum akan menggelar Audisi Umum PB Djarum 2022 untuk dua kelompok usia yakni U-11 dan U-13. Copyright: © PB Djarum
PB Djarum akan menggelar Audisi Umum PB Djarum 2022 untuk dua kelompok usia yakni U-11 dan U-13.

INDOSPORT.COM - PB Djarum kembali menggelar ajang pencarian atlet bulutangkis muda bertalenta dalam format Audisi Umum PB Djarum 2022 untuk dua kelompok usia yakni U-11 dan U-13. 

Tahun ini, proses seleksi dipusatkan di GOR Djarum, Jati, Kudus selama empat hari tepatnya pada Rabu, 19 Oktober hingga Sabtu, 22 Oktober 2022.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation yang juga Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin, mengungkapkan penyelenggaraan Audisi Umum tak lepas dari upaya klub memutar roda regenerasi atlet yang akan dibina sejak usia dini. 

"Dengan berfokus pada dua kategori ini, kami berharap bisa secara maksimal membina para atlet sejak usia dini dan meneruskan semangat juara yang sudah terbentuk sejak lama."

"Karena menempa talenta serta mental atlet setidaknya butuh waktu 10 tahun sampai mereka siap membela nama bangsa di panggung bulutangkis dunia," ucap Yoppy dalam jumpa pers yang diselenggarakan secara virtual, Rabu (10/08/22).

Nantinya, para atlet belia yang mendapatkan Djarum Beasiswa Bulutangkis dari Bakti Olahraga Djarum Foundation ini akan menjalani serangkaian pembinaan. 

Tak hanya itu, selama masa pembinaan di markas PB Djarum di Kudus tersebut, para atlet usia dini akan diberikan kesempatan dan target.

Hal ini untuk membuktikan serta mengukur kemampuan mereka dengan diterjunkan ke berbagai turnamen lokal, regional, nasional dan internasional.

“PB Djarum memiliki agenda rutin mengirimkan atlet-atlet usia dini memperkaya jam terbang mereka dengan bertanding di level nasional hingga internasional. 

"Salah satu yang sering kami lakukan ialah mengirimkan atlet ke berbagai kejuaraan Eropa seperti Slovenia, Denmark dan juga Jerman agar mereka mengetahui kerasnya persaingan bulutangkis di level dunia,” Yoppy menjelaskan.