Didampingi Bidadari Thailand, Ekspresi Pelatih Asal Indonesia di BAMTC 2023 Auto Bikin Salfok

Minggu, 19 Februari 2023 14:55 WIB
Penulis: Miranti | Editor: Indra Citra Sena
© INSTAGRAM/agus_d_santoso
Turut didampingi si cantik Nitchaon Jindapol di tepi lapangan BAMTC 2023, ekspresi kocak pelatih Thailand asal Indonesia, Agus Dwi Santoso, bikin salah fokus. Copyright: © INSTAGRAM/agus_d_santoso
Turut didampingi si cantik Nitchaon Jindapol di tepi lapangan BAMTC 2023, ekspresi kocak pelatih Thailand asal Indonesia, Agus Dwi Santoso, bikin salah fokus.

INDOSPORT.COM – Turut didampingi si cantik Nitchaon Jindapol di tepi lapangan BAMTC 2023, ekspresi kocak pelatih Thailand asal Indonesia, Agus Dwi Santoso, bikin salah fokus.

Badminton Asia Mixed Team Championships atau BAMTC 2023 berlangsung pada 14-19 Februari di Dubai Exhibition Centre, Uni Emirat Arab.

China dan Korea Selatan pada akhirnya menjadi dua negara terbaik yang menembus final BAMTC 2023 pada Minggu (19/2/23) pukul 17.00 WIB.

Sungguh kejutan tak terduga mengingat China maupun Korea Selatan diketahui memboyong mayoritas skuat muda di dalamnya.

Sebaliknya, negara-negara yang diisi mayoritas pemain utama seperti Indonesia dan Malaysia, justru tak mampu melangkah lebih jauh. Indonesia dan Malaysia terdampar di perempat final.

Catatan yang buruk bagi Indonesia dan Malaysia karena gagal mencetak sejarah untuk membawa pulang emas untuk pertama kalinya dari BAMTC.

Meski negara unggulan seperti Indonesia tersingkir,  euphoria Badminton Asia Mixed Team Championships 2023 diyakini tetap panas.

Banyak momen menarik BAMTC 2023 bertaburan memeriahkan  jejaring sosial. Salah satunya ketika ada eks tunggal putri terbaik dunia, Nitchaon Jindapol (Thailand) dan Sung Ji-hyun (Korea Selatan) bertemu sebagai pelatih.

Mereka bertemu di pertandingan semifinal BAMTC 2023 antara Thailand vs Korea Selatan, Sabtu (19/2/23). Ada yang menarik lainnya dilakukan Agus Dwi Santoso.

Hal itu lantaran pelatih bulutangkis Thailand asal Indonesia tersebut sangat dingin tapi kocak saat mendampingi Supanida Kathetong di tepi lapangan.

Hal yang sangat kontras jika dibandingkan dengan Nitchaon Jindapol di sebelahnya yang ekpresif menyuarakan pendapat ke atletnya di lapangan.