BL Banjir Air Mata, Hans Vittinghus Ungkap Ikatan Spesial dengan Istora

Senin, 3 Juli 2023 20:15 WIB
Penulis: Agustinus Rosario | Editor: Prio Hari Kristanto
© instagram/hkvittinghus.
HK Vittinghus (kiri) mengungkap dirinya punya keterikatan emosional dengan Istora Senayan. Copyright: © instagram/hkvittinghus.
HK Vittinghus (kiri) mengungkap dirinya punya keterikatan emosional dengan Istora Senayan.
Cinta Istora Sejak Sebelum Bermain

Lebih lanjut, Hans-Kristian Vittinghus menerangkan jika kecintaannya pada Istora Senayan sudah bermula sejak dirinya belum berkarier di dunia bulutangkis profesional.

Hans-Kristian Vittinghus menceritakan bahwa ia memiliki rekaman final Thomas Cup 2004, saat Denmark kalah dari Cina. Laga itu digelar di Istora Senayan.

"Saya punya DVD dari final Thomas Cup 2004, saat Denmark kalah dari Cina. Saya biasanya melihat DVD tersebut berulang-ulang kali, dan bermimpi untuk bisa bermain di arena ini (Istora)," ujar Hans-Kristian Vittinghus.

"Rasanya sangat istimewa. Ada begitu banyak sejarah tersimpan di sini. Setiap kali saya datang ke sini, saya merasa digerakkan oleh atmosfer dan ekspektasi," ujarnya.

Jika harus menyebut satu momen yang paling berkesan dari Istora, Hans-Kristian Vittinghus menyebut saat dirinya duduk di bangku pelatih.

"Saya pernah melatih Peter Gade saat dia tampil di final pada 2011 melawan Lee Chong Wei. Auranya terasa seperti bukan dari dunia ini," Hans-Kristian Vittinghus menjelaskan.

"Saya bahkan berani mengatakan bahwa memori itu begitu membekas justru karena auranya. Saya pikir, atmosfer membuat arena ini sangat istimewa," ujarnya. 

Mengetahui jika tahun ini adalah kali terakhirnya bermain di Istora, Hans-Kristian Vittinghus tak bisa menutupi rasa harunya.

"Sangat emosional. Saya bahkan menangis saat pemanasan. Tapi saya akhirnya bisa mengontrol emosi saya dan bermain di level yang bagus," ujarnya.

"Setelah pertandingan, saya menangis lagi sedikit. Tapi ini oke. Ini menunjukkan betapa berartinya arena ini untuk saya," pungkas Hans-Kristian Vittinghus.