x

Usai Pensiun, 4 Legenda Bulutangkis Indonesia Ini Sukses Lakukan Bisnis

Jumat, 28 Desember 2018 09:58 WIB
Penulis: Dimas Ramadhan Wicaksana | Editor: Cosmas Bayu Agung Sadhewo
Legenda pebulutangkis Indonesia, Susy Susanti.

INDOSPORT.COM – Usai memilih gantung raket, terdapat beberapa legenda bulutangkis Indonesia yang mencoba terjun dan menggeluti dunia bisnis.

Setiap atlet yang memutuskan pensiun, tentunya akan banyak yang bertanya tentang apa yang akan dilakukan oleh si atlet ke depannya usai berkarier jadi pemain. Tak terkecuali para mantan atlet dan legenda bulutangkis Indonesia.

Baca Juga

Indonesia yang dikenal sebagai negara bulutangkis, memiliki sangat banyak legenda-legenda yang mungkin tak bisa disebutkan satu per satu.

Baik laki-laki maupun perempuan, pemain tunggal maupun ganda, tersebar luas di seluruh Indonesia.

Baca Juga

Usai pensiun, kebanyakan para legenda itu memutuskan untuk berkarier masih di dunia bulutangkis, namun tidak sebagai pemain, melainkan pelatih. Istimewanya lagi, mereka melatih tidak hanya di Indonesia tetapi juga ke luar negeri.

Sebut saja Rexy Mainaky di Thailand, Riony Mainaky di Jepang, Hendrawan di Malaysia, dan masih banyak lagi mantan pebulutangkis Indonesia yang kini melatih di berbagai negara belahan dunia.

Baca Juga

Menjadi pelatih memang profesi yang nampaknya sangat menarik bagi para legenda bulutangkis Indonesia. Namun, siapa yang sangka, kini dunia bisnis mulai menarik minat beberapa legenda bulutangkis Indonesia, lho.

Lantas, siapa saja yang dimaksud? Berikut INDOSPORT merangkum empat legenda bulutangkis Indonesia yang kini sukses berbisnis.


1. Hariyanto Arbi

Juara dunia Bulutangkis, Hariyanto Arbi.

Hariyanto Arbi merupakan salah satu legenda bulutangkis Tanah Air. Hari adalah pemain spesialis tunggal putra Indonesia.

Selama berkarier sebagai pemain, Hari pernah dua kali naik podium di Kejuaraan Dunia, di mana salah satunya menjadi juara dunia. Tepatnya pada tahun 1995 di Laussane, Swiss.

Selain menjadi juara dunia, Hari juga merupakan pengoleksi dua medali emas Asian Games. Ia mendapatkan emas pesta olahraga terbesar se-Asia itu pada tahun 1994, di kategori beregu putra dan nomor tunggal putra.

Baca Juga

Pada tahun 2000, Hariyanto Arbi pun memutuskan gantung raket. Usai pensiun, Hari langsung menggeluti dunia bisnis. Ia langsung mencoba membuka usaha peralatan olahraga khususnya bulutangkis di tahun 2003.

Usahanya pun sukses dan kini menjadi perusahaan besar yang bernama Flypower. Usaha dari legenda yang dijuluki Smash 100 watt ini telah mengekspor ke berbagai negara dan menjadi sponsor untuk beberapa klub baik dalam hingga luar negeri.


2. Alan Budi Kusuma dan Susy Susanti

Alan Budikusuma dan Susy Susanti.

Pada tahun 1992 silam, bulutangkis dunia dihebohkan dengan keberhasilan Indonesia mengawinkan medali emas di Olimpiade Barcelona. Emas tunggal putra diraih oleh Alan Budi Kusuma, sedangkan emas tunggal putri digondol oleh Susy Susanti.

Baca Juga

Lima tahun kemudian, baik Alan dan Susy memutuskan untuk menikah, tepatnya pada 9 Februari 1997. Tak lama, keduanya pun pensiun dan memulai kehidupan baru. Mereka mencoba berada di dunia bisnis.

Sama seperti Hariyanto Arbi, Alan dan Susy secara kompak membuat sebuah peralatan olahraga khususnya bulutangkis dengan nama Astec (Alan Susy Technology) pada tahun 2002.

Kini, nama Astec juga sudah dikenal meskipun tidak setenar merek luar negeri seperti Yonex, Li Ning, dan Victor.


3. Vita Marissa

Vita Marissa.

Berbeda dengan para seniornya, Vita Marissa memang tidak pernah mendapat gelar juara dunia ataupun medali emas Asian Games. Namun, pemain spesialis ganda itu kerap kali berprestasi di nomor ganda putri dan ganda campuran.

Puncak prestasi Vita adalah pada tahun 2007-2008. Saat SEA Games 2007 di Thailand, Vita sukses mendapat 3 medali emas dengan rincian beregu putrid, ganda putri, dan ganda campuran.

Di tahun yang sama, ia juga meraih medali perunggu Kejuaraan Dunia bersama Flandy Lempele di ganda campuran.

Baca Juga

Pada tahun 2015 lalu, Vita akhirnya memutuskan untuk gantung raket. Usai pensiun, ia sebenarnya menjadi pelatih ganda campuran di Pelatnas PBSI Cipayung hingga saat ini. Selain melatih, Vita ternyata juga memiliki usaha.

Usaha yang dirintisnya itu berada di bisnis kuliner. Vita membuat sebuah restoran yang juga bisa menjadi tempat nongkrong bagi siapapun. Nama yang dipilih pun unik, yakni ‘Namanya Warung’ , yang berada di bilangan Bintaro.

Ikuti Terus Perkembangan Bulutangkis dan Berita Olahraga Lainnya di INDOSPORT.COM.

Vita MarissaSusy SusantiHariyanto ArbiAlan BudikusumaAlan Budi KusumaRaketTRIVIABerita Transfer

Berita Terkini