x

Ini Alasan Jonatan Christie Menggebu-gebu Jadi Juara di Olimpiade

Rabu, 29 April 2020 16:22 WIB
Penulis: Ade Gusti | Editor: Arum Kusuma Dewi
unggal putra Jonatan Christie tak menampik keinginannya untuk menjuarai turnamen bulutangkis di Olimpiade.

INDOSPORT.COM – Tunggal putra  Jonatan Christie tak menampik keinginannya untuk menjuarai turnamen bulutangkis di Olimpiade. Pasalnya, gelar juara ini akan membuatnya tercatat sebagai legenda di Indonesia.

Saat ini, Jonatan menduduki peringkat ketujuh dalam ranking BWF. Peringkat ini akan dianggap sudah memenuhi syarat lolos ke Olimpiade Tokyo 2021 apabila dia tidak terlempar dari delapan besar.

Baca Juga
Baca Juga

Dengan Olimpiade Tokyo 2020 ditangguhkan hingga tahun depan, Jonatan memiliki tugas berat untuk mempertahankan posisinya itu. Bagaimanapun, Olimpiade merupakan ajang bergengsi yang diimpikan semua atlet, termasuk di bulutangkis.

Kepada Olympic Channel, Jonatan, mengatakan bahwa menjuarai Olimpiade akan membuat namanya dikenang di tanah air bak legenda bulutangkis seperti Lim Swie King, Alan Budikusuma, dan Taufik Hidayat.

“Pastinya semua pemain ingin menjadi juara Olimpiade. Siapa yang tidak ingin?” ujar Jonatan.

“Karena bisa dibilang mungkin setelah kita menjuarai Olimpiade, kita sudah menjadi legenda, kalau kita sudah memenangkan Olimpiade,” lanjutnya.

Selain Olimpiade, Jonatan juga ingin menjadi legenda dengan menenangkan Piala Thomas, Piala Sudirman, dan beberapa kejuaraan tingkat dunia lainnya.

Baca Juga
Baca Juga

Pemain asal Jakarta tersebut telah mengantongi empat medali SEA Games, untuk nomor perorangan maupun beregu. Dia juga tiga kali merengkuh trofi Kejuaraan Bulutangkis Asia Beregu bersama tim Indonesia, masing-masing pada 2016, 2018, dan 2020. 

Pencapaian tertinggi Jonatan Christie selama ini tak lain medali emas Asian Games 2018 di nomor tunggal putra. Gelar tersebut terasa sangat spesial karena direngkuh saat Asian Games digelar di Indonesia.

OlimpiadeJonatan ChristieOlimpiade Tokyo 2020BulutangkisBerita Bulutangkis

Berita Terkini